Minggu, 7 Juni 2026

Berita Luar Negeri

Erdogan Terima Kunjungan Para Pemimpin Hamas, Amerika Serikat Marah

Amerika Serikat sedang mencari informasi tentang salah satunya, karena keterlibatannya dalam berbagai serangan teroris, pembajakan, dan penculikan.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri), ketika bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah pertemuan di Gedung Putih Mei 2017.(Xinhua/Barcroft Images) 

SERAMBINEWS.COM – Amerika Serikat mengatakan pada hari Selasa (25/8/2020) bahwa pihaknya sangat keberatan dengan kedatangan dua pemimpin Hamas di Istanbul baru-baru ini.

AS mengecam Ankara karena Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menerima kunjungan itu, memicu balasan cepat dari Ankara.

Melansir dari Reuters, Rabu (26/8/2020), Kementerian Luar Negeri AS mengatakan para pejabat itu adalah Teroris Global yang ditunjuk khusus oleh Hamas.

Amerika Serikat sedang mencari informasi tentang salah satunya, karena keterlibatannya dalam berbagai serangan teroris, pembajakan, dan penculikan.

Sebuah pernyataan dari pemerintah Turki pada hari Sabtu (22/8/2020) mengatakan Erdogan menerima Ismail Haniyeh, kepala Biro Politik Hamas, dan para rombongan yang ikut dalam kunjungan itu.

Pada hari Selasa (25/8/2020), Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan Ankara sepenuhnya menolak kritik AS.

Turki Bakar Hubungan dengan UEA, Tetapi Mempertahankan Hubungan dengan Israel, Mengapa?

Panas! Kapal Tempur Yunani dan Turki Konfrontasi di Laut Sengketa, Begini Kronologinya!

Turki meminta Washington untuk menggunakan kekuasaanya untuk kebijakan luar negeri yang seimbang, yang akan membantu menyelesaikan konflik Israel-Palestina, daripada ‘melayani’ kepentingan Israel.

Kemenlu AS mengatakan pertemuan pada hari Sabtu itu adalah yang kedua kalinya tahun ini.

Erdogan menyambut para pemimpin kelompok Islam bersenjata yang telah menguasai Gaza selama lebih dari satu dekade, setelah pertemuan pada 1 Februari 2020.

"Jangkauan lanjutan Presiden Erdogan ke organisasi teroris ini hanya berfungsi untuk mengisolasi Turki dari komunitas internasional, merugikan kepentingan rakyat Palestina,

dan memotong upaya global untuk mencegah serangan teroris yang diluncurkan dari Gaza," katanya dalam sebuah pernyataan.

Wajah Memerah, Jerawat dan 5 Hal Ini Jadi Tanda Bahwa Kamu Harus Stop Gunakan Skin Care

"Kami terus menyampaikan kekhawatiran kami tentang hubungan pemerintah Turki dengan Hamas di tingkat tertinggi," ujar pernyataan itu.

Dalam pernyataannya, Kemenlu Turki mengatakan, penerimaan perwakilan Hamas adalah sah.

Mereka yang berkuasa setelah memenangkan pemilihan demokratis di Gaza dan merupakan realitas penting di kawasan itu.

“Karena seorang teroris tidak akan memberikan kontribusi apapun untuk upaya perdamaian dan stabilitas di kawasan," kata pernyataan itu.

Ancaman Presiden Erdogan ke Yunani: Jika Serang Kapal Turki, Anda akan Membayar Mahal

Iran dan Turki Sebut UEA Tikam Rakyat Palestina dari Belakang

Turki Setujui UU Baru Atur Media Sosial, Penggunaan Facebook dan Twitter akan Diawasi Pemerintah

Hubungan AS dengan Turki telah panas karena berbagai masalah, termasuk pembelian sistem pertahanan S-400 Rusia oleh Ankara.

Hal itu mendorong Washington untuk menangguhkan keterlibatan Turki dalam program jet F-35 dan mengancam sanksi.

Balasan pernyataan itu hanya beberapa jam setelah Presiden AS, Donald Trump memuji Erdogan karena membebaskan pendeta Amerika Andrew Brunson setelah dua tahun ditahan.

Tentara dan Warga Sipil Tewas, Wanita Indonesia Disebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Filipina

"Saya harus mengatakan bahwa, bagi saya Presiden Erdogan sangat baik," kata Trump, yang berbicara kepada Brunson.

“Dan saya tahu mereka telah membuat Anda dijadwalkan untuk waktu yang lama, dan Anda adalah orang yang sangat lugu.

Dan pada akhirnya, setelah kami melakukan beberapa permbicaraan, dia setuju. Jadi kami menghargai itu, dan kami menghargai rakyat Turki, ”kata Trump. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved