Breaking News:

Berita Bisnis

Ikan Tongkol & Dencis Beku dari Lampulo 'Primadona' Konsumen di Jakarta, Ini Jumlah Pasokan Perpekan

“Hari Sabtu (22/8/2020) lalu, kita baru saja mengirim ikan tongkol dan dencis beku sebanyak 20 ton ke Pasar Ikan Muara Baru di Jakarta."

Serambi Indonesia
Ikan tongkol beku dari Gudang Cold Storage CV Novira Abadi Lampulo sedang dimuat ke truk cold box interkuler sebanyak 20 ton untuk dikirim ke Jakarta, Rabu (26/8/2020). 

Laporan Herianto | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Salah satu perusahaan pembekuan ikan di Gampong Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, CV Novira Abadi, Rabu (26/8/2020), kembali mengirimkan ikan tongkol dan dencis beku sebanyak 20 ton ke Pasar Ikan Muara Baru, Jakarta.

“Hari Sabtu (22/8/2020) lalu, kita baru saja mengirim ikan tongkol dan dencis beku sebanyak 20 ton ke Pasar Ikan Muara Baru di Jakarta. Belum sampai satu minggu, pembeli ikan di sana sudah minta dikirim lagi jenis ikan yang sama sebanyak 20 ton,” kata Direktur CV Novira Abadi, Caspy kepada Serambinews.com pada saat pemuatan ikan tongkol dan dencis beku ke dalam truk interkuler di Lampulo, Rabu (26/8/2020).

Caspy menjelaskan, untuk bulan ini, permintaan tongkol dan dencis beku dari pedagang Pasar Ikan Muara Baru Jakarta kepada perusahaan pembekuan ikan di Lampulo, sedikit meningkat.

"Teman-teman perusahaan lainnya juga menyatakan hal yang sama kepada kami, bahwa permintaan ikan beku dari pembeli di Medan, Batam, Jakarta, hingga luar negeri, sedikit naik sejak pelaksanaan new normal cegah Covid-19," ujarnya.

Lantaran banyaknya permintaan dari pembeli di pasar lokal, nasional, dan luar negeri, terang Caspy, membuat pihak perusahaan pembekuan ikan di Lampulo harus membagi pengirimannya secara proporsional.

Cerita Ustaz Somad Dapat Honor Rp 400 Juta dari YouTube: Tak Dipakai Sendiri, Disumbangkan Semua

Dyah Erti Kampanye Langsung Gebrak Masker di 4 SKPA, Sosialisasi Serentak Se-Aceh via Khutbah Jumat

Video - Kisah Pria Luluhkan Hati Dokter Gigi, Korbankan Gigi Geraham hingga Sukses ke Pelaminan

Periode Mei hingga Agustus ini, beber dia, memang sedang lagi musim banyak ikan. Tapi karena tekanan angin di laut lepas, terutama untuk pesisir laut wilayah barat sampai Samudera Hindia cukup besar, mencapai 20 knot dengan ketinggian ombak sekitar 2,5–5 meter, maka nelayan di laut bebas tidak nyaman untuk menjaring ikan.

Caspy menjelaskan, pihaknya memiliki lima unit boat tangkap ikan, tapi ikan yang berhasil dibawa pulang dari melaut hanya sedikit, antara 3–5 ton.

"Padahal, dalam kondisi normal, ikan yang dibawa pulang bisa mencapai 15 ton, ini karena boat ikan yang kita miliki kapasitasnya di atas 50 GT.

Ungkapan hampir senada juga disampaikan Yohannes, pengusaha pembekuan ikan tongkol dan dencis lainnya yang ada di Lampulo. Ia menyebutkan, permintaan ikan beku bulan ini dari luar Aceh mencapai 400 ton, tapi yang baru bisa dipenuhi sampai minggu ketiga bulan Agustus, hanya sekitar 200 ton.

Yohannes menerangkan, perusahaan hanya mengirim ikan tongkol dan dencis beku ke induk perusahaannya di Kawasan Industri Medan (KIM) I Pelabuhan Belawan, Sumut.

Sudah Lunas Dua Tahun, SHM Rumah Subsidi Masih Tertahan di BTN Langsa, Masih Diproses Notaris

Pasien Positif Covid-19 asal Jakarta Diizinkan Pulang dari RSUD Cut Meutia, Ini Penyebabnya

Presiden Bantu 200 Pelaku Usaha di Aceh  

“Perusahaan induk di KIM Belawan yang memasarkan ikan yang dikirim dari Lampulo ke berbagai daerah dan ekspor luar negeri,” ujar Yohannes.

Harga beli ikan pada bulan ini, menurut Caspy dan Yohannes, sedikit tinggi. Hal ini disebabkan hasil tangkapannya sedikit, sementara permintaannya banyak.

Bulan lalu, harganya berkisar Rp 7.000–Rp 9.000/Kg, untuk pembelian dalam partai besar. Bulan ini, naik menjadi Rp 11.000–13.000/Kg, sedangkan harga jual ikan beku di luar Aceh berkisar antara Rp 14.000–16.000/Kg, untuk pembelian minimal 20 ton.(*)

Penulis: Herianto
Editor: Saifullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved