Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Bupati Mursil: Kenduri Laut Bisa Diisi dengan Zikir dan Pengajian, Undang Ulama Ternama Minta Doa

“Kita undang ustaz ternama nanti di sini, kita minta doa agar nelayan kita dimudahkan rezekinya.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Puluhan perahu nelayan memenuhi bibir pantai Kualageunting, Bendahara, Aceh Tamiang yang menjadi pusat kenduri laut, Rabu (26/8/2020). Tradisi ini ke depannya harus dibalut dengan kegiatan agama yang lebih kental. SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA 

“Kita undang ustaz ternama nanti di sini, kita minta doa agar nelayan kita dimudahkan rezekinya.

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINES.COM, KUALASIMPANG - Bupati Aceh Tamiang Mursil berharap kenduri laut yang sudah menjadi tradisi nelayan dilakukan lebih religius.

Pesan ini ia sampaikan di hadapan seratusan neyalan yang menghadiri kenduri laut di Kualageunting, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang, Rabu (26/8/2020).

Mursil yang datang bersama Dandim 0117/Atam Letkol Cpn Yusuf Adi Puruhita dan sejumlah unsur Forkopimca Bendahara menyarankan agar ke depannya tradisi yang sudah membudaya ini diisi dengan pengajian, zikir dan tausiah.

“Kita undang ustaz ternama nanti di sini, kita minta doa agar nelayan kita dimudahkan rezekinya.

Jadi jangan cuma makan-makan saja,” kata Mursil.

Terpisah, Panglima Laot Aceh Tamiang Anwar Muhammad juga mengkritisi agar tradisi yang sudah terbentuk sejak lama ini jangan lagi dipadu dengan kegiatan yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Begini Proses Penetapan Tapal Batas Desa di Kecamatan Krueng Sabee

Ini Jumlah Dana Berhasil Digalang Ketua DPRK Aceh Utara untuk Perbaikan Jalan 20 Km

Ini 8 Jenis Sayuran Bermanfaat Bisa Bersihkan Ginjal, Ada Bayam Hingga Kembang Kol

“Kenduri silahkan saja, tapi jangan ada pakai menumbalkan kepala kerbau ke laut.

Memangnya Tuhan kita makan kepala kerbau,” kata Anwar yang tidak hadir dalam acara kenduri laut dengan alasan sakit.

Pada tahun ini, kenduri laut dipusatkan di Kualageunting, sebuah kawasan yang berpotensi dijadikan objek wisata unggulan.

Pulau ini diisi hutan cemara dang berbatasan langsung dengan Selat Malaka.

Namun saat ini dibutuhkan perjuangan keras untuk mencapai pulau eksotis ini.

Pengunjung harus melewati dua kali penyeberangan.

Penyeberangan pertama berupa getek dan setelah melalui jalan tanah berbatu, penyeberangan dilanjutkan dengan boat. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved