Early Warning System

Alat Peringatan Tsunami di Banda Aceh Rusak, Irmawan Minta BMKG Perbaiki dan Aktifkan Kembali

Alat sistem peringatan dini bencana tsunami di Banda Aceh ternyata dalam kondisi rusak dan tidak berfungsi.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Taufik Hidayat
Foto Kiriman Rozar, Humas BMKG
Anggota Komisi V DPR RI asal Aceh, HIrmawan SSos MM. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Alat sistem peringatan dini bencana tsunami (early warning system) di Banda Aceh ternyata dalam kondisi rusak dan tidak berfungsi.

Anggota Komisi V  DPR RI Asal Aceh H Irmawan S.Sos.MM meminta kepada Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mengaktifkan kembali peralatan "early warning system" yang berfungsi sebagai   deteksi awal  tsunami setelah gempa bumi.

Irmawan menyampaikan pernintaan pengaktifan kembali alat deteksi tersebut  dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi V dengan BMKG,  BASARNAS dan BPWS di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/8/2020).

"Kami meminta agar sistem peringatan dini di Aceh  diaktifkan kembali dan di monitoring secara berkala,  mengingat Provinsi Aceh merupakan provinsi rawan bencana gempa bumi dan tsunami," ujar politisi PKB ini.

Dalam kesempatan itu, Irwaman memberikan apresiasi kepada BMKG di Aceh karena sudah melaksanakan Sekolah Lapang Iklim atau SLI bagi petani coklat di Sabang.

Ia berharap pelatihan SLI ini dapat ditambah hingga keseluruhan kabupaten dan  kota di Aceh, baik untuk petani dan nelayan.

Selain itu, Irmawan juga mebgusulkan  penambahan pos untuk daerah-daerah sulit dijangkau dan rawan bencana, jikapun tidak memungkinkan dalam waktu dekat maka volume pelatihan SAR diperbanyak.

Kepada BASARNAS, Irmawan mengharapkan agar mengoptimalkan pos-pos Siaga SAR dikarenakan cuaca buruk dan iklim yang berubah-berubah rentan terjadi bencana di laut.

Seperti dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) tiga dari enam sirene tsunami yang terpasang di dua daerah di Aceh, mengalami kerusakan. Ketiga sirene tersebut terpasang di tiga tower sistem peringatan dini tsunami yang berbeda.

Sirene yang rusak, terpasang di Tsunami Early Warning System (TEWS) Lhoknga, dan TEWS Kajhu yang berada di Kabupaten Aceh Besar.

Dua tower sistem peringatan dini tsunami itu belum diperbaiki oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika(BMKG). Selanjutnya ada satu pengeras suara lagi yang rusak di TEWS Lam Awe, Aceh Besar.

Sedangkan ketiga tower TEWS lain, yakni TEWS Kantor Gubernur, TEWS Lampulo, TEWS Blang Oi di Kota Banda Aceh, berfungsi normal. Ketiga sirene masih mengeluarkan suara asli sebagai pertanda sirene tsunami.(*)

Menyusuri Taman Wisata Goa Jepang di Lhokseumawe, Antara Semilir Angin dan Kesunyian Menyapa

Jenazah Sekda Aceh Besar Drs Iskandar MSi Dimakamkan di Lamlumpu, Ikuti Prokes Covid-19

Shinzo Abe Resmi Mengumumkan Pengunduran Dirinya Sebagai Perdana Menteri Jepang

VIDEO - Rumah Tangganya Terasa tak Bahagia, Wanita Ini Sakit Hati Dengar Pengakuan Suami

5 Bulan Menikah, Pria Ini Syok Saat Tahu Istrinya Polwan Gadungan, Keluarga Ditipu Rp 204 Juta

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved