Selasa, 2 Juni 2026

Berita Gayo Lues

Ini Para Santri Korban Roboh Pesantren Ruhul Azham Blangkejeren, 1 Dirujuk ke RS Diduga Terkena Paku

Bahkan seorang di antara mereka harus dirujuk ke RS karena luka berat diduga terkena paku.

Tayang:
Penulis: Rasidan | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/RASIDAN
Sejumlah santri Pondok Pesantren Ruhul Azham Gunyak, Blangkejeren tertimpa salah satu bangunan yang roboh akibat hujan deras, Jumat (28/8/2020). 

Bahkan seorang di antara mereka harus dirujuk ke RS karena luka berat diduga terkena paku. 

Laporan Rasidan | Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Delapan santri Pesantren Ruhul Azham, Desa Gunyak, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues (Galus), harus dilarikan ke Puskesmas Blangkejeren. 

Pasalnya mereka jadi korban robohnya salah satu bangunan berkonstruksi kayu di pesantren itu akibat hujan deras, Jumat (28/8/2020) sekitar pukul 18.15 WIB atau jelang shalat Magrib.  

Bahkan seorang di antara mereka harus dirujuk ke RS karena luka berat diduga terkena paku. 

Berikut nama dan alamat delapan santri itu yang diperoleh Serambinews.com dari petugas Puskesmas Blangkejeren. 

Arpan Adha (13) asal Kumbang Jaya, Aceh Tenggara, Raihan Angga Putra (13) asal Blangtegulun, Blangkejeren, Sahimin (15) asal Pepelah Pining, M Firza Ketaren (12) asal Ujungdah Blangkejeren.

Kemudian Alga Johandri (12) asal Tujung Kutapanjang, Firzan (12) asal Pasir Putih Pining, M Bastian (14) asal Tampeng, dan Yudhi Ilham (15) asal Tujung Kutapanjang.

Namun, Serambinews.com belum mengetahui siapa seorang di antara mereka yang luka parah diduga terkena paku dan harus dirujuk ke RS. 

Vespa Bergaya Sporty S 125 Resmi Diluncurkan, Dibandrol Rp 39 Juta

RCTI Bantah Ingin Membungkam Kreativitas, Ajukan Uji Materi UU Penyiaran ke MK

Mualem Klaim Banyak Akun Medsos Palsu Beredar Atas Nama Dirinya, Jubir PA: Jangan Bermain Api

Pimpinan Pondok Pesantren, Ruhul Azham, Ustaz Julianto Pane yang biasa dipanggil Ustadz Pane mengatakan, bangunan yang roboh di pondok itu adalah sebuah balai (mushalla). 

Musibah ini terjadi sekitar 10 menit menjelang masuk waktu shalat magrib. Bangunan itu roboh di bagian lantai dua, sehingga ambruk ke bawah menimpa sekitar 41 santri.

Ustaz Julianto mengakui delapan santri mengalami luka-luka sehingga harus dilarikan ke Puskesmas Blangkejeren. 

Bahkan seorang di antaranya harus dirujuk ke RS karena luka beratdiduga terkena paku. 

"Sedangkan yang lainnya saat ini sudah dikumpulkan di rumah pimpinan pesantren," kata Ustaz Julianto. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved