Sekda Meninggal, Wakil Wali Kota Positif
Jumlah pasien meninggal dunia akibat terinfeksi virus Corona (Covid-19) pada Jumat (28/8/2020) kemarin dilaporkan mencapai sembilan
* Sehari 9 Orang Meninggal Dunia
* Sudah 1.448 Orang Terinfek
BANDA ACEH - Jumlah pasien meninggal dunia akibat terinfeksi virus Corona (Covid-19) pada Jumat (28/8/2020) kemarin dilaporkan mencapai sembilan orang, termasuk salah satunya Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Besar, Iskandar MSi.
Sementara pasien positif Covid-19 bertambah 50 orang, sehingga secara akumulatif jumlahnya mencapai 1.448 orang. Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin atau yang biasa disapa Cek Zainal juga dilaporkan terkonfirmasi positif Covid-19.
Informasi yang diperoleh Serambi, Iskandar mengembuskan napas terakhir di RSUD Meuraxa, Kota Banda Aceh, dengan keluhan awal sesak napas. "Beliau tadi malam masuk pukul 23.00 WIB dengan sesak napas," kata Direktur RSUD Meuraxa, dr Fuziati SpRad yang dihubungi Serambi siang kemarin.
Berkembang isu, selain sesak napas, almarhum juga mengalami demam panas, keduanya gejala Covid-19. Saat hal itu dikonfirmasi kepada dr Fuziati, ia membenarkan bahwa pasien juga mengalami demam panas, bahkan batuk, selain sesak napas.
Terkait kepastian terinfeksi Covid-19, dokter Fuziati menjelaskan bahwa pasien atas nama Iskandar pada Kamis malam hanya sempat dirapid test, dengan hasil reaktif. Karena hasilnya reaktif, pemeriksaan dilanjutkan dengan swab. Pengambilan swab lendir hidung dan kerongkongan pasien dilakukan Jumat pagi, sekitar tiga jam sebelum pasien meninggal. Spesimennya diperiksa di Lab Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (Unsyiah).
Pukul 12.40 WIB jenazah almarhum dibawa dari RSUD Meuraxa ke Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh. "Pemulasaraannya dilakukan di RSUZA sesuai protokol kesehatan, mengingat hasil rapid testnya reaktif Covid-19," kata Fuziati.
Hasil pemeriksaan swab ternyata langsung keluar pada sore kemarin. Pemeriksaan dilakukan lebih cepat dari biasanya agar bisa cepat diketahui hasilnya. "Pukul 15.20 WIB saya terima hasil swab PCR Pak Sekda. Hasilnya beliau terkonfirmasi positif Covid-19," ungkap dr Fuziati.
Sementara dari Manajer Operasional Lab Penyakit Infeksi FK Unsyiah, dr Ichsan MSi yang dihubungi terpisah, diketahui, selain almarhum Iskandar, istrinya juga terkonfirmasi positif Covid-19. "Viral load Pak Sekda sangat tinggi," kata Ichsan.
Kabag Humas dan Protokol Setdakab Aceh Besar, Muhajir SSTP MPA yang dihubungi Serambi, menyampaikan bahwa jenazah Almarhum dikebumikan di makam keluarga yang berada di Gampong Lamlumpu, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar pada pukul 16:30 WIB.
Bupati Aceh Besar, Ir H Mawardi Ali menyatakan turut berdukacita atas meninggalnya putra terbaik Aceh Besar yang selama ini banyak memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah. Bupati juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Aceh Besar untuk dapat melakukan salat ghaib bagi Almarhum baik di meunasah-meunasah dan masjid-masjid.
Cek Zainal Diisolasi
Selain itu, Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin atau yang biasa disapa Cek Zainal dilaporkan juga terkonfirmasi positif Covid-19. Informasi itu disampaikan oleh Kabag Humas Pemko Banda Aceh, Irwan yang juga Jubir Gugus Tugas Covid-19 Banda Aceh kepada awak media. “Bapak Wakil Wali Kota terkonfirmasi positif Covid-19,” ujar Irwan.
Saat ini Wawalko Banda Aceh ini sudah menjalankan isolasi mandiri di rumah di bawah pengawasan Tim Medis RS Meuraxa. “Keluar hasil swabnya tadi pagi dan beliau langsung karantina mandiri,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa saat ini kondisi Wakil Wali Kota sangat baik, tanpa ada keluhan apapun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jubir-covid-19-aceh-saifullah-abdulgani.jpg)