Senin, 27 April 2026

Serambi Podcast Bersama Komedian Eumpang Breuh, Ketika Him Morning Terkenang Ayah Do dan Mando Gapi

Mereka rindu dengan banyolan Bang Him Morning. Bahkan, video siaran live Fanspage Serambi bersamanya itu ditonton hingga 215 ribu dan disukai

Editor: bakri
DOK SERAMBI
Pemeran Film Eumpang Breuh, Yuswandi alias Him Morning (kiri) tampil dalam Podcast Serambi dengan host Subur Dani (wartawan Serambi Indonesia), Sabtu (29/8/2020). 

Hingga kini, Him Morning masih cukup populer. Buktinya, saat Serambi melakukan podcast bersamanya di kanal Fanspage Facebook Serambinews.com, Sabtu (29/8/2020), para penggemar Bang Him cukup surprise. Mereka rindu dengan banyolan Bang Him Morning. Bahkan, video siaran live Fanspage Serambi bersamanya itu ditonton hingga 215 ribu dan disukai oleh 3 ribu netizen.

Serial komedi Eumpang Breuh, hingga kini masih membekas di hati masyarakat Aceh. Dagelan-dagelan pemerannya cukup menghipnotis para penggemar sejak film ini diproduksi pada tahun 2005 lalu. Bisa dibilang, film yang diproduseri H Khairuddin (Din Kramik), ini menjadi ‘obat’ bagi masyarakat Aceh yang dirundung duka, karena konflik dan tsunami kala itu.

Tak banyak yang menampik pula, Eumpang Breuh mengangkat harkat martabat film komedi Aceh, dari yang dulunya dipandang sebelah mata, sehingga mendapat tempat di hati masyarakat. Sang Sutradara, almarhum Imran Nyak Abeudo alias Ayah Do, dianggap figur penting di balik kesuksesan dan nama besar Eumpang Breueh. Buktinya, para pemeran dalam film ini, melejit menjadi idola dan publik figur.

Yuswandi alias Bang Him Morning, salah satu pemeran ikonik dalam Eumpang Breuh, menceritakan kesan-kesannya menjadi pemeran dalam film itu. Bergabung sejak seri kedua pada tahun 2006, Bang Him kemudian tak pernah absen berakting hingga serial terakhir. Meski bukan pemeran utama, peran Bang Him Morning dalam Eumpang Breuh cukup memberi warna. Karakter jenaka dengan bahasa Aceh Besar yang kental dipadu pakaian hingga asesoris seperti kaca mata besar yang dipakainya, benar-benar mengocok perut penonton.

Hingga kini, Him Morning masih cukup populer. Buktinya, saat Serambi melakukan podcast bersamanya di kanal Fanspage Facebook Serambinews.com, Sabtu (29/8/2020), para penggemar Bang Him cukup surprise. Mereka rindu dengan banyolan Bang Him Morning. Bahkan, video siaran live Fanspage Serambi bersamanya itu ditonton hingga 215 ribu dan disukai oleh 3 ribu netizen.

Dalam podcast tersebut, Bang Him Morning menceritakan sedikit banyak perjalanannya dalam penggarapan serial komedi Eumpang Breuh. Dia tak menampik, film yang juga mengangkat namanya di Aceh itu, kini sudah berakhir tak diproduksi lagi. Serial terakhir Eumpang Breuh dengan tajuk ‘Preman Gampong’ berakhir pada episode 13 pada tahun 2015 silam. “Ya hana lee, ka stop bak seri lhee blah (Iya tidak ada lagi, sudah stop di seri ke 13),” kata Bang Him Morning.

Lantas apa sebenarnya masalah sehingga film yang populer hingga ke luar Aceh itu dihentikan produksinya? Bang Him tidak mau mengomentari hal tersebut. “Hai hana masalah sapeu, peuget hana lee karena Ayah Do ka meuninggai, Mando ka meuninggai, jadi sepakat memang hana peuget lee. Eumpang Breuh stop (Nggak ada masalah apa-apa. Nggak produksi lagi karena Ayah Do sudah meniggal, Mando sudah meninggal. Jadi, memang sepakat tidak prosuksi lagi),” kata Him Morning dengan Bahasa Aceh Besar yang khas.

Bang Him sendiri, di antara kisah yang diceritakan dalam podcast kemarin, benar-benar tak bisa melupakan dua sosok dalam film tersebut yaitu almarhum Ayah Do sebagai sutradara andal dan almarhum Mando sebagai teman perannya.

Yuswandi mengakui, nama Him Morning untuknya dulu ditabalkan oleh alamarhum Ayah Do, saat dia mulai merapat menjadi salah satu aktor dalam film itu. “Ayah Do yang bi nan keu lon, lheuhnyan lam film loen sering lon kheun-kheun morning. Jadi ka dimat aju nan, Him Morning (Ayah Do yang kasih nama tersebut untuk saya. Setelah itu, dalam film saya juga sering bilang morning. Jadi, kemudian langsung melekat terus nama saya, Him Morning),” katanya.

Yuswandi tak bisa melupakan sosok Ayah Do, yang menurutnya adalah sutradara dengan keahlian luar biasa, baik dalam penggarapan ide cerita, pengambilan gambar, hingga editing setiap scene. Almarhum Ayah Do punya peran penting dalam mendongkrak popularitas para pemeran, seperti Bang Joni (Abdul Hadi), Haji Uma (H Sudirman), almarhum Mando Gapi (Sulaiman), Yusniar (Nurrasyidah), Nurleila (Kak Bungsu), Yuswandi (Him Morning), dan sederer aktor lainnya.

“Beliau (Ayah Do-red) memang betul-betul orang hebat. Dan orangnya cukup menghormati orang lain, misalnya ada ide dari kita, tetap beliau tampung, ada tukar pendapat. Misal, ada ide dari kami adegannya begini, itu pasti langsung bisa beliau sambung,” kata Bang Him.

Him Morning mengakui, sosok almarhum Ayah Do punya peran penting dalam film itu. “Watee na gobnyan chit hayei aju, kamoe meu hoi gobnyan Bang Edo. Ban tepeugah lagei nyoe lagei nyoe, nyan chit dilop laju,” katanya.

Bang Him juga tak bisa melupakan sosok almarhum Sulaiman alias Mando. Dia mengaku, bahwa Mando juga pemeran ikonik dalam film yang mereka bintangi. Suaranya yang khas seperti pria tua, cukup melekat di telinga masyarakat hingga saat ini. “Saya pertama kali berjumpa dengan Mando saat Bang Din Kramik bawa beliau ke sini. Di situ kenal dan langsung main satu film. Beliau hebat sekali, tidak sombong,” ujar Bang Him.

Seperti diketahui, Ayah Do sang sutradara meninggal pada 3 Agustus 2019 lalu dalam perawatan medis di RSUZA, Banda Aceh. Saat itu, Ayah Do mengalami komplikasi penyakit seperti diabetes, ginjal, jantung, dan paru (sesak). Sedangkan Mando meninggal lebih dulu atau tepatnya pada 17 Januari 2019 di RSUD Cut Meutia, Aceh Utara. Menurut cerita istri almarhum saat itu, Mando meninggal tiba-tiba karena mengalami sesak setelah pulang dari tambak di belakang rumahnya. Mando sempat dibawa ke rumah sakit, lalu dipastikan meninggal setelah sampai di sana.

Bang Him Morning dalam podcast kemarin juga berterima kasih kepada Din Kramik. Karena sosok inilah, Bang Him Morning bisa berperan di Film Eumpang Breuh. “Saya main pertama pada seri kedua. Saya diajak Bang Din Kramik, beliau tanya apa mau main film? saya jawab mau dan langsung dikasih peran,” kata Bang Him.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved