Sabtu, 18 April 2026

Diskusi Empat Pilar MPR

Koperasi dan UMKM bukan Sektor Utama Pertumbuhan Ekonomi, Kalah dengan Perusahaan Besar

Koperasi dan UMKM ternyata bukan sektor utama pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Tapi koperasi dan UMKM merupakan pilar perekonomian. Karena itu...

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Diskusi Empat Pilar Kebangsaan di Gedung MPR RI, membahas koperasi dan UMKM, Senin (31/8/2020). 

 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Koperasi dan UMKM ternyata bukan sektor utama pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Tapi koperasi dan UMKM merupakan  pilar perekonomian. Karena itu pertumbuhan koperasi UMKM harus terus didorong.

Demikian antara lain yang tercuat dalam ‘Diskusi Empat Pilar MPR,’ di Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2020). Diskusi membahas “Optimalisasi Pemberdayaan UMKM di Tengah Pandemi,”  hadir sebagai pembicara anggota MPR Fraksi Partai Demokrat Dr E Herman Khaeron, anggota MPR Fraksi PDIP Prof Dr Hendrawan Supratikno, Rektor Universitas Paramadina Prof Firmanzah PhD, dan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Prof Dr Rully Indrawan.

Herman Khaeron mengatakan, UMKM dan koperasi merupakan pilar perekonomian bangsa dan jangkar perekonomian. Meski demikian sektor UMKM  dan koperasi ini bukan menjadi sektor utama pertumbuhan ekonomi.

“Ada ketimpangan dalam pertumbuhan UMKM dan perusahaan besar. Jumlah UMKM kita mencapai puluhan juta. Data yang menyebut jumlah sektor itu mencapai 27 juta hingga 60 juta, menurutnya diperlu terus untuk di update,” ujarnya.

Krisis yang terjadi pada tahun 2020, menurut Herman Khaeron berbeda dengan krisis yang terjadi pada tahun 1998. Pada tahun 1998, yang terpukul hanya pada sektor perekonomian. “Beda dengan krisis saat ini,” tuturnya. Saat ini yang terdampak tidak hanya pada sektor ekonomi namun juga sektor kesehatan.

Krisi  pada tahun 1998, masyarakat masih bisa jalan-jalan, ngobrol dengan tetangganya, serta aktivitas lainnya. Namun aktivitas seperti itu tidak bisa dialami oleh masyarakat pada masa sekarang.

“Antar tetangga pun sudah saling curiga, jangan-jangan menularkan Covid-19,” ungkapnya.

Semua usaha dikatakan mengalami goncangan. Meski demikian disebut ada sektor yang masih bisa berjalan pada masa pendemi Covid-19. Sektor itu disebut pada bidang pangan, farmasi, dan kesehatan.

Untuk menumbuhkan sektor ekonomi dan usaha, Herman Khaeron mengatakan pemerintah dan masyarakat harus menyelesaikan masalah yang ada tidak boleh segmentasi “Harus ada kerja yang komprehensif baik untuk mengatasi pandemi serta memulihkan UMKM maupun usaha yang besar,” tambahnya.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Prof Dr Rully Indrawan di hadapan peserta diskusi menyebut, UMKM sering dianggap sebagai pahlawan di saat krisis ekonomi.

“Namun begitu krisis selesai, UMKM dilupakan,” tuturnya.

Padahal di berbagai negara termasuk di negara maju seperti Jepang, Amerika, dan Singapura, sektor ini memiliki kontribusi yang besar dan sangat signifikan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved