Rumah Singgah Warga Aceh
Pemerintah Aceh Sediakan Rumah Singgah bagi Warga Aceh Kurang Mampu di Jakarta
Rumah Singgah Mes Aceh yang disediakan Pemerintah Aceh di Jakarta, sepanjang kurun 2019-2020 telah menampung sebanyak 11 warga Aceh...
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Jalimin
Laporan Fikar W Eda | Jakarta
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Rumah Singgah Mes Aceh yang disediakan Pemerintah Aceh di Jakarta, sepanjang kurun 2019-2020 telah menampung sebanyak 11 warga Aceh kurang mampu yang berobat di Jakarta. Rumah Singgah tersebut dikelola oleh Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA).
Kepala BPPA Almuniza Kamal SSTP MSi mengatakan, rumah singgah milik Pemerintah Aceh yang saat ini dijadikan tempat penginapan bagi masyarakat Aceh kurang mampu, itu adalah arahan dari Plt Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT.
“Plt Gubernur Aceh, punya perhatian terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan. Khususnya masyarakat Aceh yang berobat ke Jakarta atas rujukan rumah sakit di daerah,” ujar Almuniza.
Rumah singgah yang berada di Cipinang Jakarta Timur itu, hanya diperuntukkan bagi warga Aceh kurang mampu yang berobat di Jakarta, dan tidak mempunyai tempat tinggal.
Ia merincikan, setidaknya hingga kini ada 11 pasien beserta keluarga mereka yang telah menempati Rumah Singgah. Itu meliputi tujuh orang pada 2019 dan empat orang 2020 sampai sekarang.
• Pangdam IM Mayjen TNI Hassanudin: Peran Jurnalis Sangat Penting Bagi Kami
• Pria Ini Perkosa Nenek 65 Tahun Tetangganya Sendiri, Mengaku Dapat Bisikan Gaib
• Diunggulkan Jadi Juara Dunia MotoGP 2020, Andrea Dovizioso Tak Percaya Prediksi
"Mereka rata-rata yang berobat di Jakarta, merupakan pasien rujukan dari Rumah Sakit di Aceh. Sehingga biaya pengobatan mereka sudah ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan atau JKA (Jaminan Kesehatan Aceh)," katanya.
Sementara itu, Teuku Darwin, warga Banda Aceh yang menemani pengobatan anaknya di Jakarta, mengaku sangat bersyukur dengan adanya Rumah Singgah itu. Apalagi bagi warga yang membutuhkan tempat tinggal sementara untuk berobat.
"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dengan adanya Rumah Singgah. Karena ini sangat membantu bagi kami yang tidak sanggup menyewa tempat dan tidak ada tempat tinggal di sini (Jakarta)," kata warga Gampong Mulia, Kuta Alam, Banda Aceh itu.
Darwin adalah salah satu orang yang harus menginap di Rumah Singgah untuk mengobati anaknya, Teuku Adam Alfatih (4) yang menderita kanker mata di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, sejak Desember 2019 lalu.
"Karena yang ditanggung BPJS Kesehatan itu hanya biaya pengobatan dan obat yang tersedia. Tapi untuk obat paten, kita harus beli sendiri," kata ayah dua orang anak itu.
Walaupun demikian, Darwin sangat berterimakasih kepada Pemerintah Aceh, khusus kepada Plt Nova Iriansyah yang sudah membantu keluarganya dalam memberikan fasilitas selama ia berada di Jakarta.
"Selain kita dapat tempat tinggal, juga ada fasilitas disediakan seperti kendaraan jika membutuhkan untuk ke rumah sakit," ujar Darwin.
Rumah Singgah BPPA yang beralamat di Jalan Kebembem, Cipinang, Jakarta Timur hanya diperuntukkan bagi warga Aceh kurang mampu berobat di Jakarta. Awalnya, Rumah Singgah tersebut adalah rumah dinas Kepala BPPA Almuniza Kamal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rumah-singgah-bppa-cipinang-pulo-gadung-jakarta-timur.jpg)