Luar Negeri
Presiden Prancis Temui Ikon Diva Lebanon, Bukan Perdana Menteri atau Politisi
Presiden Prancis Emmanuel Macron kembali ke Lebanon pada Senin (31/8/2020). Kunjungan dua hari dan jadwal yang dikemas dengan acara dan pembicaraan
SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Presiden Prancis Emmanuel Macron kembali ke Lebanon pada Senin (31/8/2020).
Kunjungan dua hari dan jadwal yang dikemas dengan acara dan pembicaraan politik yang bertujuan untuk memetakan jalan keluar bagi negara itu.
Tapi pertemuan pertamanya bukan dengan perdana menteri baru yang ditunjuk beberapa jam sebelumnya.
Juga bukan dengan politisi atau aktivis masyarakat sipil yang berseteru di negara itu, seperti dilansir AFP, Selasa (1/9/2020).
Macron memilih melihat diva No. 1 Lebanon Fairouz, simbol nasional dan salah satu tokoh langka di Lebanon yang dicintai dan dihormati di seluruh negeri.
Penyanyi itu bisa dibilang paling terkenal di dunia Arab, sekarang berusia 86 tahun dan jarang terlihat di depan umum dalam beberapa tahun terakhir ini.
Tetapi banyak orang Lebanon masih memulai hari mereka dengan mendengarkan lagu-lagunya.
Biasanya untuk bernostalgia dan terus melihatnya sebagai sosok pemersatu di negara yang dilanda konflik.
Pertemuan dengan Fairouz adalah isyarat pribadi dari Macron, yang keterlibatannya dalam dengan Lebanon telah dikecam oleh para pengkritiknya sebagai seorang neokolonialis yang terjun ke bekas protektorat Prancis.
Pembela Macron, bagaimanapun, termasuk penduduk Beirut yang marah pada pemimpin mereka sendiri, telah memujinya.
Karena mengunjungi lingkungan yang hancur setelah ledakan 4 Agustus 2020 yang mengoyak ibukota mereka.
Setelah kedatangannya di bandara Beirut Senin (31/8/2020) malam, Macron langsung mengunjungi Fairouz di rumahnya di Rabieh, utara Beirut, jauh dari media atas permintaannya.
Beberapa aktivis memojokkan Macron dalam perjalanannya, memegang spanduk yang mendesaknya untuk menolak calon perdana menteri baru yang ditunjuk beberapa jam sebelumnya .
"Saya memberi tahu dia apa artinya bagi saya," kata Macron kepada stasiun TV lokal Al Jadeed, setelah keluar dari pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam.
"Dia mewakili kisah cinta dan Lebanon yang diimpikan dan dicintai," ujar Macron.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/presiden-prancis-di-lebanon.jpg)