Berita Banda Aceh
ISEI Aceh Tawarkan Kepala Daerah Tingkat II Cara Pemulihan Ekonomi Akibat Covid-19
“Caranya, pemerintah tingkat dua membantu meningkatkan skill dalam proses produksi, membantu proses produksi seperti penyiapan modal hingga hasil...
Penulis: Subur Dani | Editor: Nurul Hayati
“Caranya, pemerintah tingkat dua membantu meningkatkan skill dalam proses produksi, membantu proses produksi seperti penyiapan modal hingga hasil pemasaran,” katanya.
Laporan Subur Dani | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Aceh meminta para kepala daerah, bupati/wali kota d tingkat dua di seluruh Aceh, untuk giat melakukan berbagai hal guna terwujudnya recovery (pemulihan) ekonomi Aceh yang terdampak Covid-19 selama 6 bulan terakhir.
Ketua ISEI Aceh, H Makmur Budiman dalam sambutan pembuka webinar atau seminar virtual dengan tema "Bagaimana Ekonomi Aceh Selama Covid-19", Rabu (2/9/2020), mengatakan, para kepala daerah dituntut untuk lebih kreatif, untuk mewujudkan pemulihan ekonomi Aceh yang menurutnya kondisi saat ini cukup memprihatinkan.
“Kita mendorong agar kepala daerah di tingkat II khususnya, melakukan berbagai hal. Harus melakukan hal-hal kreatif untuk pemulihan ekonomi masyarakat saat ini,” kata Makmur Budiman.
Makmur Budiman yang juga Ketua KADIN Aceh itu tak menampik, dampak negatif dari Covid-19 sejak awal tahun 2020, cukup besar.
Menurutnya, ekonomi global mengalami pertumbuhan yang negatif.
“Bahkan sebagian negara besar sudah memaskui fase resesi, kondisi ekonomi sangat lesu, terganggu, tak terkecauli Aceh. Misal, sektor pariwisata yang selama ini tumbuh pesat juga terpuruk, begitu juga resotan dan biro perjalan terpaksa merumahkan karyawan,” katanya.
• Pemkab Bangun Tanggul Penahan Abrasi Pantai
Demikian juga sektor industsi, semuanya menurunkan produksi.
Bahkan menurutnya, ada yang tidak melakukan produksi akibat Covid-19.
“Jumlah penduduk miskin dan pengangguran kembali meningkat, angka ini tentu akan terus meningkat, jika proses recovery lambat terjadi,” ujarnya.
Beruntung, katanya, sektor pertanian termasuk di Aceh masih tumbuh bagus.
Sektor pertanian, masih mampu menahan keterpurukan akibat Covid-19.
“Namun, kita tidak bisa diam, Covid-19 belum berakhir. Semoga kita bisa hidup normal kembali, sambil berusaha menahan ini dan adanya vaksin. Saya kira kita harus mencari terobosan untuk memulihkan ekonomi,” ujarnya.
ISEI kemudian mendorong UMKM di seluruh Aceh yang jumlahnya cukup banyak dan menampung tenaga kerja yang tak sedikit, agar tetap eksis dan bisa tumbuh dan berkmebang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ketua-isei-aceh-bersama-pemimpin-perusahaan-serambi-indonesia.jpg)