Breaking News:

Opini

Label Negatif Untuk yang Positif  

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 semakin meningkat tajam

Label Negatif Untuk yang Positif   
IST
dr. Aslinar, Sp.A, M. Biomed, Dokter Spesialis Anak, Staf Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama

Oleh dr. Aslinar, Sp.A, M. Biomed, Dokter Spesialis Anak, Staf Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 semakin meningkat tajam. Tercatat sampai hari ini, Senin 30 Agustus 2020 jumlah kasus positif yaitu sejumlah 1.599 orang, 615 orang sembuh, 923 masih dirawat baik dirawat di berbagai rumah sakit maupun yang melakukan isolasi mandiri, dan 61 meninggal.

Ini merupakan angka pelonjakan yang fantantis dibandingkan jumlah kasus bulan lalu. Aceh yang awalnya hanya memiliki sedikit kasus Covid-19 dan merupakan kasus yang imported cases, akan tetapi seiring waktu malah sudah terjadi "bom" kasus dengan transmisi lokal.

Apakah penyebab terjadi lonjakan kasus demikian? Apakah disebabkan karena faktor pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan masyarakat? Atau apakah karena sudah terlalu mudahnya keluar masuk angkutan ke Aceh baik melalui darat, laut maupun udara? Apakah sudah maksimal upaya pencegahan yang dilakukan oleh Pemerintah Aceh? Wallahu'am bisshawab.

Saat ini selain masalah kasus yang semakin melonjak di masyarakat kita baik itu di Indonesia maupun di Aceh khususnya, masih banyak beredarnya informasi hoaks seputar Covid-19. Informasi yang beredar tersebut yaitu antara lain bahwa Virus Covid-19 adalah rekayasa.  Penyakit Covid-19 ini merupakan konspirasi yang sengaja dihembuskan, virus tersebut tidak ada, data pasien hanya direkayasa untuk mengeruk keuntungan bagi rumah sakit saja dan bagi para dokter yang merawat serta banyak sekali berita menyesatkan yang beredar di masyarakat.

Selain hoaks tentang ketidakpercayaan terhadap Covid-19, kita dihadapkan juga oleh hoaks seputar berbagai hal pencegahan dan pengobatan Covid-19 ini. Informasi yang diedarkan yaitu misal bahwa thermal gun berbahaya karena merusak otak, bahwa menyemprot seluruh tubuh dengan alkohol bisa membunuh virus Covid-19, makan bawang putih bisa terhindar dari infeksi, madi dengan air panas bisa membunuh virus dan penyakit ini hanya menyerang penderita lanjut usia serta masih banyak informasi lainnya yang tidak tepat, dimana bila tidak diluruskan maka informasi sesat tersebut akan semakin menyebar dan berakibat buruk bagi penanganan kasus Covid-19 di Aceh.

Akan tetapi, ternyata selain informasi sesat tersebut, terjadi pula hal lain yang sungguh membuat miris. Dan ini juga terjadi di seluruh Indonesia, juga termasuk di Aceh. Banyaknya terjadi penolakan terhadap pemakaman pasien yang meninggal karena Covid-19 ini. Juga hal lain adanya penolakan untuk pulang ke perumahan yaitu para tenaga medis yang bekerja sehari hari merawat pasien Covid-19.

Di satu sisi mereka tidak percaya terhadap penyakit Covid-19 ini, tapi di sisi lain mereka menolak orang yang merawat pasien Covid atau jenazah pasien Covid-19 dengan alasan khawatir tertular. Nah, bingung kan!

Yang juga sangat mengkhawatirkan adalah pelabelan negatif terhadap pasien yang terkonfirmasi positif. Pelabelan datang dari lingkungan terdekat dari si pasien tersebut baik dari anggota keluarga sendiri, tetangga rumah, teman teman sekantor, dan juga teman dunia maya sekalipun. Terjadi juga bullying demi bullying terhadap pasien tersebut. Penderita Covid-19 dianggap sebagai hal yang sangat buruk sehingga harus dijauhkan, bahkan dikucilkan.

Label negatif lain yang diterima yaitu menderita Covid-19 ini dianggap sebagai aib dan memalukan dan dianggap juga sebagai dosa besar. Banyak terjadi dimana tetangga yang menjauhkan diri bahkan sampai yang bersangkutan selesai rawatan, selesai masa isolasi dan dinyatakan sembuh pun. Tidak dilibatkan lagi di setiap kegiatan di desa, bahkan sampai tidak diundang pada saat ada acara di lingkungan rumahnya.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved