Breaking News:

Luar Negeri

Ketua WHO Sebut 'Negara Jangan Pura-Pura Covid-19 Sudah Tidak Ada'

Dunia belum benar-benar sembuh dari pandemi Covid-19 dan setiap orang tidak bisa berpura-pura seperti pandemi telah berakhir, kata Ketua WHO.

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Safriadi Syahbuddin
AFP/CHRISTOPHER BLACK
Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus 

SERAMBINEWS.COM - Dunia belum benar-benar sembuh dari pandemi Covid-19 dan setiap orang tidak bisa berpura-pura seperti pandemi telah berakhir.

Hal itu disampaikan Ketua Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO), Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, seperti dikutip dari VOA, Selasa (1/9/2020).

Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan negara harus benar-benar serius untuk melakukan penekanan penularan virus dan menyelamatkan warga dari infeksi.

Negara harus mempertimbangkan, jika kembali membuka ekonomi mereka, karena suasana masih dalam keadaan pandemi.

"Semakin banyak negara yang mengontrol virus, semakin bisa mereka terbuka kembali. Namun, terbuka tanpa pengendalian sama saja dengan mengundang bencana," katanya.

Beasiswa Penuh Kuliah S2 dan S3 di Stanford University, Ini Cara Daftarnya

Soal Isu Rencana China Bangun Fasilitas Militer di Indonesia, Ini Kata TB Hasanuddin

Pesta Gay di Apartemen Jakarta Selatan, Pakai Kode Khusus: Top, Bottom dan Vers

Dr Tedros menawarkan 'empat hal penting' untuk semua negara, kota, individu yang bisa dilakukan untuk mengendalikan virus.

Salah satunya mencegah pertemuan besar dalam sebuah gedung, kedua yakni menerapkan pengujian yang ketat selanjutnya melakukan pelacakan kontak pasien yang terinfeksi serta melakukan isolasi.

Ia juga menambahkan agar negara mengambil tindakan untuk melindungi orang-orang yang rentan terserang virus.

Termasuk orang tua dan orang-orang yang kondisi pekerjaannya berhubungan langsung dengan banyak kepentingan warga.

Dr. Tedros juga mengimbau individu untuk memakai masker wajah, menjaga jarak sosial dan sering mencuci tangan.

Pada kesempatan yang sama Dr Tedros memperingati negara yang sedang melakukan pembuatan vaksin untuk membuat yang aman dan efektif untuk melawan Covid-19, tindak lanjut dari salah satu pernyataan Dr Stephen Hahn, kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan AS terkait vaksin.

Dr Soumya Swaminathan, kepala ilmuwan WHO, mengatakan bahwa mengeluarkan otorisasi membuat vaksin harus dilakukan dengan keseriusan dan refleksi yang tinggi.

"Ini bukan sesuatu yang mudah untuk dilakukan,"katanya.

Miris! Masih Ada 4.000 Lebih Anak Putus Sekolah di Bireuen, Ini Solusi Bagi yang Ingin Melanjutkan

Daftar Pelanggan PLN yang Tarif Listriknya Turun, Cek Apakah Kamu Termasuk?

Dr Mike Ryan, direktur Badan Program Keadaan Darurat Kesehatan WHO, mengatakan kebijakan vaksin yang dibuat pada beberapa negara harus berstandar etika setinggi mungkin.

Secara kebetulan, survei baru dari Forum Ekonomi Dunia yang dilakukan oleh perusahaan Ipsos mengungkapkan bahwa sekitar 74% dari semua orang dewasa di seluruh dunia mengatakan mereka akan menerima vaksin virus corona jika tersedia.

Dari 20.000 orang di 27 negara yang disurvei, China adalah negara yang paling antusias tentang vaksin, dengan 97% yang mendukung, sementara orang di Rusia adalah yang paling tidak antusias, dengan hanya 54% yang menyatakan kesediaannya untuk divaksinasi.

Dari responden di Amerika Serikat, yang memimpin dunia dengan lebih dari 6 juta kasus COVID-19 yang dikonfirmasi dan 183.585 kematian, sekitar 67% mengatakan mereka akan mendapatkan vaksin.

Meskipun tingkat infeksi baru di beberapa negara bagian telah stabil atau bahkan menurun secara rata-rata, beberapa negara bagian di bagian barat tengah AS, termasuk Indiana, Iowa, Kansas, Michigan, Minnesota, Missouri, Nebraska, Ohio dan North dan South Dakota, telah melaporkan keadaan yang mengkhawatirkan. jumlah kasus baru dalam beberapa hari terakhir. ( Serambinews.com/Syamsul Azman)

Manfaat Daun Singkong Baik untuk Pencernaan, Begini Cara Mengolahnya

Selamat, 3 Pemain U-20 Promosi ke Skuad Persiraja Senior, Berpeluang Tampil di Liga 1

Dispar Banda Aceh Latih Pelaku Usaha Wisata terkait Tata Kelola Pariwisata

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved