Berita Aceh Singkil
Kinerjanya Dinilai Menurun, Fraksi Golkar Minta Bupati Aceh Singkil Mutasi Kepala SKPK
"Perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepala SKPK. Agar ada energi baru," kata Yulihardin saat menyampaikan pandangan akhir Fraksi Golkar DPRK
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
"Perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepala SKPK. Agar ada energi baru," kata Yulihardin saat menyampaikan pandangan akhir Fraksi Golkar DPRK Aceh Singkil, terhadap rancangan qanun pertanggungjawaban penggunaan APBK 2019 Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid, Kamis (3/9/2020).
Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Fraksi Golkar DPRK Aceh Singkil, meminta Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid melakukan evaluasi kinerja kepala satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK).
Sebab, akhir-akhir ini kinerja kepala dinas dinilai menunjukkan penurunan.
Jika kepala SKPK yang ada sekarang dipertahankan, maka target kerja bupati dinilai tak akan tercapai.
"Perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepala SKPK. Agar ada energi baru," kata Yulihardin saat menyampaikan pandangan akhir Fraksi Golkar DPRK Aceh Singkil, terhadap rancangan qanun pertanggungjawaban penggunaan APBK 2019 Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid, Kamis (3/9/2020).
Kemudian, dalam mengangkat pejabat pengganti dilakukan melalui seleksi ketat.
Sehingga, menghasilkan kepala SKPK yang berkualitas.
• Bebas dari Hukuman Penjara Seumur Hidup Berkat Doa Ibu, Mantan Teroris Ungkap Keseharian di Penjara
"Ingat, dalam seleksi pejabat yang akan menggantikan dilakukan secara ketat," ujar Yulihardin.
Dalam pandangan akhirnya, Fraksi Golkar menyatakan, menerima rancangan Qanun Tentang Pertanggungjawaban APBK 2019 menjadi Qanun.
Namun ada catatan yang disampaikan, perketat penjagaan di perbatasan dalam memutus Covid-19.
Lalu, peningkatan PAD dengan menggali potensi yang belum tergarap.
Mengingat APBK Aceh Singkil, selama ini masih sangat tergantung transfer dari pusat.
"PAD ini merupakan bentuk kemandirian keuangan daerah. Jika tergantung transfer pusat, saat berkurang dapat membahayakan keuangan daerah," tegas Yulihardin. (*)
• Ibu Rumah Tangga di Aceh Utara Menangis saat Dikunjungi Ketua DPRK Aceh Utara