Tentara Israel Tindih Leher Pria Palestina dalam Keadaan Diborgol, Aksi Pelaku Dikecam

Pejabat Palestina mengecam seorang tentara Israel yang terekam menindih leher pria Palestina

Editor: Faisal Zamzami

SERAMBINEWS.COM, RAMALLAH - Pejabat Palestina mengecam seorang tentara Israel yang terekam menindih leher pria Palestina dalam keadaan diborgol dalam unjuk rasa di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Militer Israel mengatakan sedang menyelidiki insiden tersebut.

Rekaman video menunjukkan Khairi Hanoon, seorang aktivis berusia 60-an tahun, didorong ke tanah oleh seorang serdadu.

Tentara itu kemudian menindih leher dan kepala Hanoon dengan lutut selama 50 detik.

Pihak Palestina mengecam insiden itu, tetapi militer Israel mengatakan tindakan pasukannya terkendali.

Dikatakannya rekaman itu "hanya sebagian, miring, dan tidak mencerminkan kerusuhan dan kekerasan terhadap aparat keamanan yang terjadi sebelum penangkapan".

Kejadian itu direkam dalam aksi protes menentang pembangunan permukiman Israel di Desa Shufa, dekat Nablus, pada Selasa (1/9/2020).

Permukiman di wilayah Palestina yang diduduki Israel seperti itu dianggap melanggar hukum internasional, tetapi Israel menganggapnya sah.

"Beberapa orang berusia lanjut melakukan pawai, dan berpikir tentara tak bakalan meyerang kami, tetapi kami keliru," kata Hanoon seperti dikutip surat kabar Haaretz.

"Usia saya 60, apa yang bisa saya lakukan terhadap seorang serdadu bersenjata? Tetapi bagi tentara di lokasi kejadian, saya adalah ancaman, dan dalam hitungan menit ia mulai menyerang saya secara brutal."

VIDEO Fakta Bayi Dikubur Hidup-hidup di Aceh Tengah, Ternyata hasil Hubungan Gelap

Plt Gubernur Aceh: Terus Cari Cara untuk Meminimalkan Hambatan Pendidikan di Masa Sulit Covid-19

Israel sebut Hanoon penghasut

Ia membandingkan insiden ini dengan tindakan yang dialami oleh George Floyd yang meninggal dunia di tangan kepolisian Amerika Serikat.

Pada 25 Mei, seorang polisi di kota Minneapolis menindih leher Floyd selama beberapa menit bahkan sesudah ia mengatakan tak bisa bernapas.

Peristiwa itu memicu protes di Amerika dan juga dunia.

"Itulah yang saya rasakan, dan saya merasa ia mencekik saya," kata Hanoon.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved