Update Corona di Subulussalam

Bertambah Dua Kasus Positif Covid-19 di Subulussalam, Seorang Meninggal Dunia

Seorang lagi warga Kota Subulussalam yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil swab, meninggal dunia.

Penulis: Khalidin | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Direktur RSUD Kota Subulussalam, dr Dewi Sartika Pinem 

Dugaan adanya transmisi lokal Covid-19 di Kota Subulussalam menyusul seorang pasien berinsial R (51) yang meninggal dunia beberapa hari lalu.

VIRAL Ibu Cambuk Anak karena Tak Kunjung Paham Diajari Matematika, Sang Ayah Bertindak

Suami Tega Bunuh Istri yang Bekerja sebagai Driver Ojek Online, Motifnya Ingin Menikah Lagi

Sakit Hati Orangtuanya Sering Dihina, Keponakan Tega Bunuh Tante di Jawa Barat

Persiraja akan Hadapi PSM Makassar dan Persija di Pekan Awal Liga 1, Ini Jadwal Lengkap Pertandingan

Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 asal Kecamatan Simpang Kiri berinisial laki-laki dan dirawat sejak 22 Agustus lalu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Subulussalam.

Saat dirawat, almarhum memang memiliki gejala sesak dan demam. Namun, dia tidak memiliki riwayat bepergian ke luar kota.

Gugus Tugas menduga kuat jika saat ini, sebagian besar penularan Covid-19 di Subulussalam sudah masuk ke fase local transmission atau penularan lokal.

“Dari kasus yang terjadi terhadap pasien berinisial R kita menduga penularan covid-19 di Subulussalam sudah ada transmisi lokal. Ini karena pasien tidak memiliki riwayat ke luar kota,” terang Khainuddin. 

Atas hal ini, Khainuddin mengimbau masyarakat untuk semakin waspada terhadap kemungkinan transmisi lokal Covid-19 di Subulussalam.

Pasalnya, jika ini benar adanya sulit mengetahui siapa dan di mana saja penyebarannya. Apalagi, dari 15 kasus positif, sebagian besar merupakan tenaga kesehatan.

Untuk itu khainuddin berulang-ulang mengimbau masyarakat Subulussalam agar ikut berpartisipasi mendukung pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 di daerah ini. 

Menurut Khainuddin, kondisi Covid-19 di Kota Subulussalam dalam tiga pekan terakhir menunjukan kenaikan.

Dengan jumlah kasus yang saat ini terjadi di Subulussalam, Khainuddin mengaku sangat memprihatinkan.

Lantaran itu dia mengimbau seluruh lapisan masyarakat, pemerintah, swasta dapat memutus mata rantai Covid-19.

Sebab, kata Khainuddin Dinas Kesehatan, RSUD Kota Subulussalam maupun pemerintah tidak akan siap menekan penyebaran Covid-19 tanpa dukungan masyarakat.

Karenanya, tidak ada cara selain memutus mata rantai penularan Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan.

Adapun protokol kesehatan seperti jaga jarak, menggunakan masker saat berada di luar rumah atau beraktivitas di luar rumah.

Sering mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir minimal 20 detik. “Dan untuk jaga jarak itu minimal satu setengah meter,” kata Khainuddin

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved