Update Corona di Subulussalam

Bertambah Dua Kasus Positif Covid-19 di Subulussalam, Seorang Meninggal Dunia

Seorang lagi warga Kota Subulussalam yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil swab, meninggal dunia.

Penulis: Khalidin | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Direktur RSUD Kota Subulussalam, dr Dewi Sartika Pinem 

Khainuddin juga mengimbau masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan lainnya seperti menghindari kerumunan.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan tetap melaksanakan ibadah dan berdoa kepada Allah SWT agar bencana non alam ini segera berakhir.

“Protokol kesehatan berupa jaga jarak, pakai masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan adalah usaha, dan terakhir kita berdoa berpasrah diri kepada Allah karena doa tanpa usaha sama aja sia-sia,” pungkas mantan Sekretaris Dewan Kota Subulussalam tersebut.

Khainuddin berharap agar wabah Covid-19 segera berakhir di Kota Subulussalam dan Indonesia secara umum.

Pakistan Blokir 5 Aplikasi Kencan Online, Dianggap Menyebarkan Konten Tidak Bermoral

6 Pekerja Tewas Tertimbun Longsor di Lokasi Tambang Emas Ilegal di Riau, Bos Tambang Jadi Tersangka

Pentagon: China Miliki Kekuatan Angkatan Laut Terbesar di Dunia, Melebihi Amerika Serikat

Polisi Asal Bekasi Tewas Ditikam 5 Kali Karena Masalah Tanah, Pelakunya Ayah dan Anak

Sebelumnya, mantan Sekwan DPR Kota Subulussalam juga menyampaikan status Subulussalam saat ini.

Dia mengaku Subulussalam kini sudah menjadi zona kuning terkait kasus Covid-19 lantaran meningkatnya orang positif di kota tersebut.

Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Subulussalam, Khainuddin SKM, MAP  dalam konferensi pers yang digelar, Selasa (1/9/2020) menyampaikan saat ini Subulussalam menjadi Zona Kuning.

Perubahan status Subulussalam dari zona hijau ke zona kuning akibat terjadinya lonjakan kasus orang positif Covid-19 di kota dengan semboyan Sada Kata tersebut.

Berdasarkan data yang dirilis Gugus Tugas Covid-19, jumlah positif Covid-19 di Subulussalam mencapai 15 orang. Dari jumlah ini dua orang telah meninggal dunia.

“Subulussalam sekarang menjadi zona kuning, karena terjadi peningkatan kasus Covid-19,” kata Khainuddin

Meski demikian, sementara waktu sebaran Covid-19 berada di seputaran Kecamatan Simpang Kiri dan Penanggalan.

Mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Subulussalam ini pun berharap agar sebaran positif tersebut tidak ke kecamatan lain. Sebab jika hal itu terjadi bisa membuat Subulussalam menjadi zona orange atau bahkan merah.

Khainuddin mengaku jika Subulussalam menjadi zona merah berdampak terhadap sejumlah kebijakan seperti pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Nah, jika PSBB berlaku ada dampak lain mulai menghentikan sejumlah aktivitas seperti pendidikan hingga dunia usaha.

“Jadi, mari kita saling menjaga agar kasus positif Covid-19 ini segera berkurang agar tidak menjadikan Subulussalam zona merah,” ujar Khainuddin.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved