Senin, 13 April 2026

Update Corona di Aceh

Daya Tampung Rumah Sakit Penuh, Pasien Covid-19 Makin Sulit Dapat Tempat Rawatan

"Ya benar, daya tampung RICU RSUDZA saat ini selalu full (penuh) dengan enam kamar. Ada yang keluar sembuh, ada pula yang meninggal.

Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Nurul Hayati
SERAMBI/HENDRI
Direktur RSUDZA Dr dr Azharuddin,SP OT K-Spine FICS 

"Ya benar, daya tampung RICU RSUDZA saat ini selalu full (penuh) dengan enam kamar. Ada yang keluar sembuh, ada pula yang meninggal. Gradasi yang di RICU semua dengan gradasi Covid-19 yang berat dan 90-an persen ada komorbid (diabetes, hipertensi, komplikasi ginjal, dan lain-lain)," kata Direktur RSUZA Banda Aceh, Dr dr Azharuddin SpOT yang ditanyai Serambimews.com, Jumat (4/9/2020) pagi.

Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH  -  Makin meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 di Aceh dalam dua bulan terakhir, menyebabkan daya tampung (kapasitas) sejumlah rumah sakit untuk pasien Covid-19 penuh.

Dua di antara rumah sakit yang penuh itu adalah Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, sebagai rumah sakit rujukan tingkat provinsi dan RSUD Meuraxa Banda Aceh.

"Ya benar, daya tampung RICU RSUDZA saat ini selalu full (penuh) dengan enam kamar. Ada yang keluar sembuh, ada pula yang meninggal. Gradasi yang di RICU semua dengan gradasi Covid-19 yang berat dan 90-an persen ada komorbid (diabetes, hipertensi, komplikasi ginjal, dan lain-lain)," kata Direktur RSUZA Banda Aceh, Dr dr Azharuddin SpOT yang ditanyai Serambimews.com, Jumat (4/9/2020) pagi.

Azharuddin mengakui, bahwa penuhnya daya tampung bed maupun kamar tersebut menyulitkan pasien baru Covid mendapatkan tempat isolasi dan rawatan di lingkungan rumah sakit.

Bahkan pernah beberapa kali pasien yang sudah seharusnya diisolasi dan dirawat di Ruang Respiratory Intensive Care Unit (RICU) maupun Pinere RSUZA, ditangguhkan dan dianjurkan isolasi mandiri (isman) dulu di rumah sendiri.

Setelah bed kosong, barulah pasien tersebut dijemput untuk menjalani perawatan di rumah sakit.

RSUD Langsa Berlakukan Larangan Besuk Pasien Lebih dari Satu Orang

Hal ini, antara lain, dialami oleh anak dan adik ipar almarhum Dr drh Razali MSi, Wakil Dekan 3 Fakultas Kedokteran Hewan Unsyiah yang meninggal akibat Covid-19 bulan lalu.

Penuhnya daya tampung ruang dan bed untuk pasien Covid-19, berdampak pula pada semakin banyak akhirnya pasien yang harus menjalani isman di kediaman masing-masing.

Mereka yang positif tanpa gejala, lanjut Azharuddin, ada yang isman di rumah, ada juga (khususnya tenaga medis) yang isman di Asrama Haji Embarkasi Aceh.

Azharuddin juga menerangkan, selain RICU, Poliklinik Penyakit Infeksi Emerging dan Reemerging (Pinere) 1, 2, dan 3 di RSUZA saat ini okupansi (tingkat hunian)-nya juga sangat tinggi.

Yakni sekitar 90%, dengan pasien positif Covid-19 yang gradasi (derajat) klinisnya sedang sampai berat.

"Idealnya kurang dari 80% kan bed occupancy rate (BOR) suatu ruang rawat. Untungnya, dalam beberapa hari ke depan akan dibuka rawatan Pinere 4. Juga IGD Pinere RSUDZA dikhususkan untuk pasien Covid-19 maupun yang masih 'abu-abu' (menunggu hasil PCR, klinis menjurus ke Covid-19, dan lain-lain)," ujarnya.

Menurut Azharuddin, rata-rata pasien rawatan yang positif sejak 2-3 minggu lalu mendekati 50 orang.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved