Breaking News:

Budaya

Mewahnya Pengantin Gayo Masa Lalu, dengan Hiasan Kalung Perak

Dalam foto itu, tampak seorang pengantin pria mengenakan ikat kepala, hiasan kepala, hiasan leher, untaian kalung rantai perak.

Mewahnya Pengantin Gayo Masa Lalu, dengan Hiasan Kalung Perak - pengantinpriagayo.jpg
Foto koleksi Tropenmuseum Amsterdam
Pengantin pria dalam pakaian adat Gayo
Mewahnya Pengantin Gayo Masa Lalu, dengan Hiasan Kalung Perak - pengantinwanitagayo.jpg
Foto koleksi Tropenmuseum Amsterdam
Pengantin wanita dalam pakaian adat Gayo

Dalam keterangan di bawah foto tertulis diskripsi: Seorang pengantin muda Gayo, Sumatra bagian Utara

Nederlands   : Negatief. Een jonge Gayo bruid, Sumatera Utara

Tanggal        : voor / sebelum 1939 (in of voor)

Sumber         : Tropenmuseum  Pensil biru.svg Wikidata: Q1131589

Museum Nasional Koleksi Stichting van Wereldculturen

Tokoh Gayo di Jakarta, M Daud Gayo, mengenali pengantin pria dalam foto tersebut.

Truk Bermuatan Pakan dan Anak Ayam Terbalik di Geulanggang Baroe Bireuen, Begini Kronologinya

Biasanya Modis dengan Makeup, Wajah Asli Jaksa Pinangki yang Polos Tanpa Riasan Terungkap

Berdarah Aceh, dr Abdul Gafur bin Teungku Idris Pernah Lakukan Napak Tilas Keluarga ke Jeuram

Dalam keterangannya di Grup WA Musara Gayo Jabodetabek, Daud Gayo (82 tahun), menuliskan “Si jelas oya pakaian ni urang Gayo, ike gere salah ybs manteri Hasan gerale lahir i Bintang abange gerale Basyar ybs inilah sebenarnya Amani Mariyam  karena sdh diangkat anak manteri Hasan namamya jadi Mariyam Hasan  dan menjadi isteri AK Yakoby.” (yang jelas itu pakaian orang Gayo. Kalau tidak salah, yang bersangkutan manteri Hasan namanya, lahir di Bintang.

Abangnya  bernama Basyar, yang bersangkutan inilah sebenarnya Amani Maryam karena sudah diangkat mantra Hasan namanya jadi Maryam Hasan dan menjadi istri Ak Yakoby.”

Antropolog Belanda, C. Snouck  Hurgrounje saat menulis khusus tentang Gayo dalam buku “Het Gajoland en Zijne Bewoners” (Batavia 1903), yang diterjemahkan oleh Hatta Hasan Aman Asnah menjadi “Gayo Masyarakat dan Kebudayaannya Awal Abad ke-20” (PN. Balai Pustaka, 1986), menyebutkan bahwa pengantin pria Gayo selain dilengkapi dengan “bulang kul” (ikat kepala/penutup kepala besar), juga dilengkapi kalung leher besar yang disebut “tangang birahmani” terbuat dari uang ringgit perak.

Snouck melukiskan “tangang birahmani” itu puluhan jumlahnya bergantungan pada leher.

Halaman
1234
Penulis: Fikar W Eda
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved