Berita Banda Aceh
Suplai Air PDAM Tirta Daroy Terganggu, Warga Diminta Menampung Air
Adanya gangguan distribusi akibat peningkatan kapasitas produksi itu, Direktur Utama PDAM Tirta Daroy, T Novrizal Aiyub berharap para pelanggan...
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Jalimin
Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Akibat adanya gangguan distribusi akibat peningkatan kapasitas produksi, Direktur Utama PDAM Tirta Daroy, T Novrizal Aiyub berharap para pelanggan dapat memaklumi atas gangguan distribusi air bersih tersebut.
Katanya, akibat kekurangan pasokan air, maka distribusi air akan dilakukan secara bergilir ke pelanggan di beberapa wilayah. Untuk itu, ia meminta kepada para pelanggan agar dapat menampung air bersih jika wilayahnya nanti terkena gangguan tersebut.
“Kita berusaha untuk bergilir suplai air selama 24 jam secara acak, tapi perlu diketahui, kita air tidak sama dengan listrik. Artinya saat kita matikan air tidak langsung mati, begitu juga saat kita hidupin, maka air tidak otomatis langsung mengalir ke pelanggan, butuh waktu dipenuhi air dalam pipa dulu,” ujarnya.
Selain peningkatan kapasitas unit produksi, PDAM Tirta Daroy saat ini juga sedang melakukan pengerjaan pergantian pipa utama di kawasan Pango. Pengerjaan dilakukan sepanjang dua kilometer, mulai simpang BPKP hingga jembatan Pango.
• Bertambah 12 Pasien Terkonfirmasi Positif Corona di Aceh Besar, Ini Kata Wakil Jubir Covid-19
Pergantian pipa itu karena di kawasan tersebut sangat sering terjadi pecah pipa akibat tekanan jalan raya. Sehingga diganti dengan pipa yang lebih tahan dengan tekanan yang besar.
Sebelumnya diberitakan, PDAM Tirta Daroy Banda Aceh mengumumkan mengenai dimulainya proyek peningkatan kapasitas produksi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Lubok Batee, Lambaro, Kabupaten Aceh Besar.
Selama pengerjaan proyek, pihak PDAM pun harus mengurangi produksi air bersih, sehingga nanti akan ada gangguan suplai ke pelanggan.
Direktur Utama PDAM Tirta Daroy, T Novrizal Aiyub yang akrab disapa Ampon Yub mengatakan, kebutuhan air bersih warga Banda Aceh semakin sehari semakin tinggi, maka pihaknya harus melakukan peningkatan produksi (upgrading) unit produksi.
Namun, katanya, selama proses pengerjaan yang diperkirakan berlangsung sekitar tiga hingga empat bulan tersebut, distribusi air bersih ke ribuan pelanggannya akan terganggu.
Karena pihaknya harus mengurangi produksi saat proyek itu dikerjakan.
Kata Ampon Yub, pengerjaan sudah dimulai sejak awal September ini dan akan selesai sekitar pertengahan Desember 2020 mendatang.
Peningkatan kapasitas produksi itu merupakan program Pemko Banda Aceh untuk meningkatkan pelayanan air bersih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/t-novrizal-aiyub.jpg)