Breaking News:

Wali Kota Minta Muspika dan Keuchik Sosialisasi dan Terapkan Perwal Nomor 51 Tahun 2020

Kasus Covid-19 di Banda Aceh terus meningkat. Untuk saat ini Banda Aceh tercatat sebagai zona merah dan sebagai daerah resiko tinggi

FOR SERAMBINEWS.COM
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman 

BANDA ACEH - Kasus Covid-19 di Banda Aceh terus meningkat. Untuk saat ini Banda Aceh tercatat sebagai zona merah dan sebagai daerah resiko tinggi, dimana jumlah kasus positif 505 pasien, 289 dalam per­awatan, 195 sudah sembuh dan 21 meninggal (Data per 4 September 2020).

Upaya yang paling efektif dalam melakukan pencegahan adalah den­gan menjalankan protokol kesehatan secara ketat. “Cara yang paling efektif adalah menerapkan protokol keseha­tan secara ketat,” kata Aminullah, Ju­mat (4/9/2020).

Agar upaya pencegahan ber­jalan maksimal, masyarakat kota diminta mematuhi Perwal Nomor 51 Tahun 2020, perubahan atas Perwal 45 Tahun 2020 Tentang Penera­pan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai upa­ya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Kota Banda Aceh.

“Perwal ini dikeluarkan agar protokol kesehatan benar-benar ber­jalan hingga ke pelosok gampong. Dalam Perwal ini diatur secara detail bagaimana penerapan prokes secara benar dan juga ada sanksi, baik be­rupa sanksi sosial maupun sanksi administratif,” ungkap Aminullah.

Perwal Nomor 51 itu sudah di launching dan didudung Forkopimda Kota Banda Aceh pada tanggal 2 September lalu di halaman Balai Kota Banda Aceh.

Sosialisasi Perwal ini akan ter­us dilakukan agar diketahui secara luas oleh masyarakat kota. Kepada muspika dan keuchik diminta terus mensosialisasi secara gencar dan memastikan penerapannya berjalan maksimal.

“Ini penting agar Covid-19 dapat kita cegah penyebarannya,” tegas Wali Kota.

Ia juga mengingatkan, para mus­pika dan keuchik mensosialisasikan dengan lengkap poin-poin yang ter­dapat di dalam Perwal, termasuk jenis sanksi yang akan dikenakan bila ada yang melanggar. Dalam Perwal 51 Ta­hun 2020 ini diatur sanksi jika ditemu­kan ada yang melanggar.

Bagi perorangan, setiap orang wajib melakukan kegiatan 4M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari keru­munan.

“Semua orang wajib memakai masker saat keluar rumah atau ber­interaksi dengan orang lain. Ini perlu dilakukan karena tidak semua orang diketahui status kesehatannya,” kata Aminullah.

Kemudian bagi pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, pen­anggung jawab tempat dan fasilitas umum, maka harus melaksanakan kegiatan 4M bagi dirinya dan karyawan.

“Kita minta kepada pelaku us­aha untuk tidak melayani pelanggan yang tidak melaksanakan 4M serta mematuhi ketentuan jam operasional usaha mulai pukul 05.30 WIB sampai dengan 23.00 WIB. Ini juga harus disosialisasikan dengan baik,” pin­tanya.

“Tolong juga disampaikan, di tempat-tempat usaha itu harus menyediakan fasilitas cuci tangan dengan sabun yang mudah diakses pelanggan. Atau minimal menye­diakan hand sanitizer, pengaturan jaga jarak, dan desinfeksi lingkungan secara berkala,” tambahnya.(hba/*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved