Selasa, 12 Mei 2026

Mendagri, Wujudkan Pemerataan, Membangun Indonesia dari Pinggiran    

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian kembali mengingatkan tentang visi besar Presiden Joko Widodo yang disampaikan sejak pertama..

Tayang:
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Mendagri dan Dirut Pertamina saling menyerahkan cinderamata disaksikan Komisaris PT Pertamina. 

 

 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA  – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian kembali mengingatkan tentang visi besar Presiden Joko Widodo yang disampaikan sejak pertama kali menjabat, yaitu tentang membangun Indonesia dari daerah pinggiran.

“Membangun dari pinggiran, membangun dari desa-desa. Ada pemerataan pembangunan, tidak hanya di kota-kota, atau di provinsi, di pulau-pulau tertentu, tapi di seluruh Indonesia,” ujar Mendagri dalam Rapat Koordinasi secara Virtual Pusat dan Daerah dalam rangka Percepatan Pelaksanaan Program Pertashop Kerja Sama Kemendagri dengan PT Pertamina (Persero) Tahun 2020 di Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kemendagri pada Rabu (9/9/2020).

Mendagri menyampaikan, problem yang dialami selama ini memang berkutat pada soal pemerataan pembangunan. Apabila pemerataan itu dapat diwujudkan, menurut Mendagri, problem urbanisasi dan keterbatasan lapangan kerja di desa dapat diatasi dengan baik.

“Tidak lagi masyarakat berbondong-bondong ke kota,” kata Mendagri.

Dengan demikian, Mendagri menyambut baik ide dari PT Pertamina (Persero) mendekatkan layanan bahan bakar minyak (BBM) kepada masyarakat melalui program Pertamina Shop (Pertashop). Menurut Mendagri, Pertashop tersebut bisa menjadi salah satu penunjang dari visi besar Presiden tersebut.

“BBM ini adalah salah satu kebutuhan yang sangat mendasar,” kata Mendagri.

Mendagri menyatakan, selama ini daya jangkau jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) belum sampai ke desa-desa. Hal itu dinilai sebagai penyebab aktivitas ekonomi berbiaya tinggi. Tak hanya itu, kendala keterbatasan jumlah SPBU di desa juga mengakibatkan terjadinya inefisiensi waktu dan terganggunya mobilitas masyarakat.

“Daya jangkau yang sulit ini juga membuat cost yang tinggi, mobilitas yang menjadi terganggu, waktu yang menjadi terganggu, dan lain-lain,” imbuh Mendagri.

Karenanya, selain terwujudnya efisiensi waktu, kehadiran Pertashop dinilai akan membawa dampak stimulus terhadap pembangunan di desa. Dengan kata lain, Mendagri berharap, Pertashop dapat menjadi trigger dalam membangkitkan perekonomian desa.

“Ini bisa menjadi titik untuk pembangunan desa. Dengan adanya SPBU (baca: Pertashop) di situ biasanya ada minimarket, kemudian  ada kedai-kedai atau cafe-cafe, bisa berkembang, lalu timbul pasar di situ, sehingga ekonomi pedesaan menjadi bangkit,” papar Mendagri.

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri berharap agresivitas dan konsistensi Pertamina serta dukungan kepala daerah  mencapai target program Pertashop tersebut. Sampai saat ini sejumlah 527 outlet sudah terbangun, dan ditargetkan hingga akhir tahun 2020 terbangun sebanyak 4.308 outlet.(*)

Banjir Aceh Singkil Meluas, Hulu Sungai Surut Jelang Siang Giliran Hilir Terendam

11 SKPK di Pidie Jaya Sudah Kumpulkan PAD 53 Miliar Lebih Hingga 31 Agustus 2020, Ini Rinciannya

Sempat Sembuh, Pasutri di Langsa Kembali Positif Covid-19, Ini Jumlah Total Positif Corona

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved