Jumat, 8 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Pembangunan Gedung Arsip di Aceh tak Langgar Aturan, Aceh Pusat Studi Kebencanaan

Lahan hibah dari Kementerian PUPR ini sudah memenuhi persyaratan sebagai tempat pembangunan gedung.

Tayang:
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Sestama ANRI, Imam Gunarto 

Lahan hibah dari Kementerian PUPR ini sudah memenuhi persyaratan sebagai tempat pembangunan gedung.
 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Utama (Sestama) Arsip Nasional RI (ANRI), Dr Imam Gunarto, MHum, menjelaskan bahwa tanah tempat dibangunnya Gedung Arsip di Aceh adalah milik negara.

Lahan hibah dari Kementerian PUPR ini sudah memenuhi persyaratan sebagai tempat pembangunan gedung.

Penjelasan itu disampaikan Imam Gunarto menjawab pertanyaan anggota Komisi II DPR RI M Nasir Djamil dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II dengan ANRI, Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan Ombudsman RI (ORI), di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2020).

“Kita sudah ajukan ke lembaga pengelola sungai dan memperoleh pertimbangan teknis.

Kita menghadap pemerintah daerah, kita dapat izin mendirikan bangunan atau IMB, dapat izin dari PU, dapat izin dari Menteri Keuangan, ya kita bangun,” ujar Imam.

FOTO - Suasana Haru Saat Pemakaman Gadis Rohingya di TPU Kuta Blang, Lhokseumawe

Kantor Samsat Langsa Tutup, Buka Senin Depan, Seorang Petugas Positif Covid-19 dan Tiga Reaktif

Segudang Manfaat Daun Dewa, Meningkatkan Kesuburan hingga Antikanker

Imam mengatakan pihaknya sudah mengonfirmasi ke Sekda Aceh Besar bahwa tidak ada pembongkaran bangunan. Letak gedung arsip relatif jauh dari sungai.

Imam Gunarto menambahkan bahwa ANRI menyimpan arsip tentang tsunami sangat banyak dan berasal dari Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh (BRR).

Arsip juga ada sumbangan dari masyarakat. Ia menggambarkan banyaknya jumlah arsip tsunami Aceh, kertasnya  mencapai 10 ribu meter linier.

Saat ini seluruh arsip tersebut disimpan di rumah toko atau ruko yang khusus di sewa. Kelak seluruh arsip-arsip tersebut akan dipindahkan ke gedung arsip yang sedang dalam proses pembangunan.

Ia menjelaskan bahwa arsip tsunami telah diakui Unesco sebagai sebagai arsip dunia sejak 2017.

ANRI bekerja sama dengan Jepang, Prancis membangun pusat studi kebencanaan bersama-sama dengan Universitas Syiah Kuala yang berpusat di Aceh.

ANRI sedang menyiapkan aplikasi dan kebutuhan pariwisata tsunami berbasis arsip.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved