Jokowi: Pak Jakob Tokoh Bangsa
Kepergian tokoh pers Indonesia, Jakob Oetama, meninggalkan kesan tersendiri bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi mengatakan
"Pukul 21.00 WIB sampai besok pagi (pagi ini-red) pukul 09.00 WIB, bagi karyawan dan masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada Pak Jakob dipersilakan datang di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan," tuturnya.
Sejumlah karangan bunga ucapan turut berduka cita atas meninggalnya pendiri Kompas Gramedia, Jacob Oetama, mulai berdatangan ke Gedung Kompas Gramedia Palmerah, Jakarta, Rabu (9/9/2020) petang. Amatan Tribunnews.com, di lokasi pukul 16.25 WIB kemarin, karangan bunga datang dari sejumlah tokoh, pejabat, hingga perusahaan. Di antaranya datang dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah, hingga mantan Ketua Umum Partai Golkar, Akbar Tanjung. Ada juga kiriman karangan bunga dari PT Freeport Indonesia, dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Mendirikan Kompas
Jakob Oetama dikenal sebagai pendiri Kompas Gramedia, bersama sahabatnya, PK Ojong yang terlebih dulu meninggal pada 31 Mei 1980 silam. Merintis karier sebagai jurnalis, Jakob dan Ojong kemudian mendirikan majalah Intisari pada 1963. Setelah mendirikan Intisari, kemudian mendirikan Harian Kompas, pada 28 Juni 1965. Sampai sekarang, majalah Intisari dan Kompas masih terbit setia menemui pembacanya.
Kompas sampai sekarang menjadi harian yang paling berwibawa dan berpemgaruh. Dalam perjalanannya, berkat keuletan dan kegigihan Ojong dan Jakob Oetama, lahir Kompas Gramedia, yang menaungi banyak perusahaan di bawah brand Kompas-Gremdia. Seiring dengan menjulangnya nama Kompas-Gramedia, nama Jakob Oetama pun sudah mewarnai jagat jurnalistik dan perusahaan media di Tanah Air. Banyak orang yang terpseona oleh gaya berpikir, menulis, dan berbiacara Jakob Oetama yang kritis tapi tetap santun.
Pemikiran Jakob Oetama mengenai pers dituangkannya dalam buku yang kini sudah jadi klasik, berjudul "Perspektif Pers Indonesia." Dalam buku tersebut, Jakob menguraikan pentingnya sebuah koran membuat halaman opini, yaitu sebuah ruang dialog. Halaman opini Harian Kompas menjadi halaman yang paling beriwabawa di antara halaman opini koran-koran lain di Indonesia. (tim/tribunnetwork/cep)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jakob-oetama-meninggal.jpg)