Breaking News:

Berita Banda Aceh

Tak Setuju Hak Interpelasi, Hendra Budian: Saya Malu Pertontonkan Ini kepada Rakyat

"Saya sendiri malu sebenarnya sebagai Wakil Ketua dan Anggota DPRA. Saya malu dengan situasi yang hari ini.Saya malu mempertontonkan ini kepada rakyak

Penulis: Subur Dani | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/MASRIZAL
Wakil Ketua DPRA, Hendra Budian. 

 "Saya sendiri malu sebenarnya sebagai Wakil Ketua dan Anggota DPRA. Saya malu dengan situasi yang hari ini. Saya malu mempertontonkan ini kepada rakyat Aceh sebagai wakil ketua dan anggota DPRA dari frakasi tertua di DPRA," pungkasnya.

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Semua fraksi di DPRA yang tergabung dalam Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) sepakat, untuk mengajukan penggunaan hak interpelasi terhadap Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Termasuk Fraksi Golkar yang belakangan dikabari mulai merapat ke koalisi KAB.

Para anggota DPRA di fraksi ini juga setuju, mengajukan hak interpelasi kepada Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Namun, Wakil Ketua DPRA, Hendra Budian salah satu dari Fraksi Golkar tidak setuju dengan hak interpelasi tersebut.

Bahkan ia membenarkan, kalau dirinya tidak ikut menandatangani usulan tersebut.

"Saya tidak setuju," kata mantan aktivis mahasiswa ini saat diwawancarai Serambinews.com, Kamis (10/9/2020).

Polda Aceh Gelar Operasi Yustisi, Ratusan Personel Bagi Masker dan Kampanyekan Jaga Jarak

Dia menjelaskan, alasan pertama tidak ikut menandatangani dokumen usulan interpelasi, karena pada saat agenda ini bergulir Hendra sedang dinas luar di Jakarta.

"Saya menghadiri bimtek Partai Golkar dan juga agenda DPR lainnya di Jakarta. Saya sampai hari ini ada diundang oleh fraksi, tapi memang pada saat itu saya sedang di Jakarta, tapi tidak ada komunikasi yang langsung," katanya.

Kemudian Hendra menjelaskan, Partai Golkar adalah partai tertua di parlemen.

Menurut dia, seharusnya Golkar mendinginkan situasi ini.

"Karena ini kan sesuatu yang tidak baik kita pertontonkan kepada rakyat Aceh. Rakyat Aceh butuh kerja nyata, bukan pertikaian pertikaian antara eksekutif dan legislatif," katanya.

Seharusnya menurut Hendra, kondisi ini dicari jalan tengah, dan tidak bisa dibiarkan.

"Di tengah kondisi pandemi seperti ini, rakyat Aceh butuh pemimpin yang bekerja memikirkan nasib rakyat, mempertontonkan hal ini kepada publik menurut saya ini sesuatu yang keliru. Harusnya Partai Golkar, atau Fraksi Golkar yang tertua yang ada di DPRA bisa mendinginkan ini," katanya.

Hendra kemudian mempertanyakan, apa benefit bagi Golkar dengan mendukung interpelasi ini.

Golkar seharusnya bertindak smart (cerdas) dalam situasi seperti ini.

"Saya sendiri malu sebenarnya sebagai Wakil Ketua dan Anggota DPRA. Saya malu dengan situasi yang hari ini. Saya malu mempertontonkan ini kepada rakyat Aceh sebagai wakil ketua dan anggota DPRA dari frakasi tertua di DPRA," pungkasnya. (*)

FOTO - Obituari: Jakob Oetama Meninggal Dunia

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved