Bedah Buku Abu Doto, dr H Zaini Abdullah: Dulu Tiap Hari Didemo untuk Turun dari Gubernur
Gubernur Aceh periode 2012-2017 dr. H Zaini Abdullah yang akrab disapa Abu Doto mengaku dulu hampir setiap bulan didemo dan diminta turun dari...
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Jalimin
Laporan Fikar W Eda | Jakarta
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Aceh periode 2012-2017, dr H Zaini Abdullah yang akrab disapa Abu Doto mengaku dulu hampir setiap bulan didemo dan diminta turun dari jabatannya sebagai gubernur. Tapi Abu Doto tidak menggubris, terus melanjutkan kepemimpinan sampai habis masa jabatan.
Pengakuan ini disampaikan Abu Doto dalam bincang budaya bedah buku “Abu Doto: Perjuangan Tanpa Akhir” pada acara SerambiPodcast yang disiarkan Live melalui jaringan sosial media Serambi Grup, Kamis (10/9/2020).
“Tantangan hebat di masa saya. hampir tiap hari, hampir tiap bulan ada buat demo untuk menurunkan gubernur. Itu bagi saya biasa saja. Saya tidak menghiraukan,” jawab Abu Doto.
Narasumber lain dalam SerambiPodcast itu Mohsa El Ramadan, penulis buku “Abu Doto: Perjuangan Tanpa Akhir” yang mulai diedarkan pekan lalu. Khusus untuk Banda Aceh dan sekitarnya, buku ini bisa diperoleh di Toko Buku Zikra.
Abu Doto juga menceritakan pengalaman bagaimana beratnya tantangan saat akan menjadikan Bank Aceh menjadi bank syariah.
“Waktu itu ada yang bilang, jangan langsung sistem syariah, tapi spin off dulu dengan sistem konvensional. Artinya sistem syariah dijalankan, sistem konvensional juga dijalankan. Tapi saya katakan tidak,” ujar Abu Doto.
Ketika itu DPRA sudah siap dengan qanun spin off ini. Tapi Abu Doto menolak dan harus sistem syariah. Dalam masa kepemimpinan Abu Doto, selain menjalankan sistem syariah pada Bank Aceh, juga berhasil membangun 14 ruas jalan di kawasan pedalaman Aceh, pengerasan jalan ke Buloh Seuma Aceh Selatan, kawasan terpencil yang dihuni 700 penduduk, pelebaran jembatan Lamnyong, perluasan parkir dan renovasi kawasan Masjid Raya Baiturrahman
Pembangunan infrastruktur di wilayah tengah tenggara dan barat selatan Aceh untuk menjawab tantangan bahwa kawasan itu juga mendapat perhatian, sekaligus meredam aspirasi pembentukan Provinsi ALA dan ABAS, karena alasan ketidakadilan pembangunan.
“Perhatian saya ke sana. Sedangkan pembangunan di Banda Aceh, itu belakangan,” cerita Abu Doto.
Ia menyarankan pemerintah sekarang harus melanjutkan pembangunan dan fokus pada kemiskinan. “Sekarang sudah ada jalan. Sudah ada jalan tol ini bisa menurunkan kemiskinan di Aceh,” katanya.
Ia menyatakan siap memberikan pandangan apabila dibutuhkan oleh pemerintah Aceh sekarang. “Saya tidak diam, saya siap berbagi pengalaman apabila dibutuhkan,” katanya.(*)
• Seratusan Penumpang Kapal Feri yang Terlantar Empat Hari di Labuhan Haji Tiba di Simeulue
• Aceh Besar Masuk Zona Merah, Pasien Covid-19 Terus Meningkat, Warga Harus Waspada Transmisi Lokal
• Piala Asia U-19 Ditunda, Timnas Indonesia U-19 Lanjut Pemusatan Latihan ke Turki