Luar Negeri
Muslim Thailand Desak Pemerintah Tetapkan Hari Jumat Sebagai Hari Besar Umat Islam & Libur Nasional
Permintaan itu muncul setelah pemerintah pusat menghadiri pertemuan di distrik Nong Chik Pattani dengan perwakilan Muslim Patani dari empat provinsi.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Mursal Ismail
Permintaan itu muncul setelah pemerintah pusat menghadiri pertemuan di distrik Nong Chik Pattani dengan perwakilan Muslim Patani dari empat provinsi.
SERAMBINEWS.COM - Umat Muslim Thailand mendesak pemerintah pusat untuk menetapkan Hari Jumat sebagai hari besar umat Islam dan libur nasional.
Jenderal Wallop Raksanoh mengatakan kepada Bangkok Post, kelompok Muslim di Thailand, khusunya wilayah Selatan, meminta pemerintah pusat untuk menyatakan Hari Jumat sebagai hari suci bagi umat Islam dan hari libur nasional.
Selain itu, kata Wallop, Muslim Patani juga meminta agar Bahasa Melayu dideklarasikan sebagai bahasa resmi Provinsi Pattani, Yala, Narathiwat, dan Songkhla yang merupakan basis Muslim di Thailand Selatan.
Patani adalah kelompok Muslim Melayu di wilayah Thailand Selatan yang berbatasan dengan Malaysia.
Berdasarkan data Pemerintah Thailand, jumlah muslim di wilayah Patani sekitar 1,4 juta jiwa.
Jenderal Wallop mengatakan bahwa, permintaan itu muncul setelah menghadiri pertemuan di Distrik Nong Chik Pattani dengan perwakilan Muslim Patani dari empat provinsi.
• Marcella Simon Putuskan Mualaf, Jadi Model Baju Muslimah Sejak Usia 3 Tahun, Kini Mantap Berhijab
• OKI dan Liga Muslim Dunia Sepakat Perang Melawan Islamofobia
Dia mengatakan pertemuan itu digelar untuk menerima usulan dan mendengarkan aspirasi warga.
Dalam pertemuan tersebut, kelompok Muslim juga mengusulkan orang-orang Muslim dapat bertanggung jawab atas urusan haji, penyusunan hukum Islam untuk empat provinsi dan pengembangan industri halal.
Letjen Pornsak Poolsawat, Panglima Angkatan Darat ke-4, mengatakan pertemuan itu merupakan suatu terobosan, dan menyampaikan sebuah komite akan dibentuk untuk mempelajari proposal tersebut secara rinci.
Zahri Ishak, jubir NGO Bicara Patani, menyampaikan kunjungan Wallop ini merupakan yang ketiga kalinya untuk menyerap aspirasi Muslim Patani.
“Ini dilakukan sebagai wadah usulan atau tuntutan dari berbagai pihak, ini bisa dilakukan kapan saja oleh pihak pemerintah Thailand,” ucap dia kepada Anadolu Agency, dikutip Selasa (15/9/2020).
Pertemuan ini dilakukan Wallop dengan Delegasi Damai Wilayah Selatan Thai yang berdiri pada 8 Juni 2020 lalu dan terdiri dari 7 anggota.
Delegasi Damai Wilayah Selatan Thai ini diketuai langsung Baba Abdulrahman, yang merupakan Ketua Majelis Agama Islam Pattani.
• Malaysia Tak Akan Ekstradisi Muslim Uighur ke Tiongkok, Bahkan jika China Memintanya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tarekat-syattariyah-lebaran-hari-ini.jpg)