Senin, 20 April 2026

Luar Negeri

Pakar Virus Wanita China Sebut Covid-19 Dibuat di Laboratorium Wuhan

Dr Li-Meng Yan melarikan diri ke Amerika Serikat karena masalah keamanan. Dia tampil di sebuah acara dari lokasi rahasia, ahli virologi tersebut

Editor: M Nur Pakar
Foto: HindustanTimes
Ahli virologi Tiongkok Dr Li-Meng Yan 

'Covid-19 dibuat di laboratorium Wuhan yang dikendalikan oleh pemerintah China', klaim ahli virus, menawarkan bukti'

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Dr Li-Meng Yan melarikan diri ke Amerika Serikat karena masalah keamanan.

Dia tampil di sebuah acara dari lokasi rahasia, ahli virologi tersebut mengklaim dia akan segera mempublikasikan temuannya.

Ahli virologi Tiongkok Dr Li-Meng Yan mengklaim virus Corona baru dibuat di laboratorium Wuhan yang dikendalikan pemerintah, lansir HndustanTimes, Senin (14/9/2020).

Dia menyatakan memiliki bukti ilmiah untuk mendukung klaim tersebut.

Ahli virologi, yang menjadi whistleblower terhadap pemerintah China atas penanganannya terhadap pandemi virus Corona.

Pada Desember 2019 ditugaskan untuk menyelidiki sekelompok kasus mirip SARS yang keluar dari daratan China.

Ilmuwan top yang bekerja di Hong Kong mengklaim dia menemukan operasi tertutup selama penyelidikannya.

Dia mengatakan pemerintah China mengetahui tentang penyebaran virus sebelum secara terbuka mengakuinya.

Dr Li-Meng, yang mengkhususkan diri dalam virologi dan imunologi di Sekolah Kesehatan Masyarakat Hong Kong.

Dia diduga terpaksa melarikan diri ke Amerika Serikat karena masalah keamanan.

Pada 11 September 2020, dia berpartisipasi dalam sebuah wawancara di acara bincang-bincang Inggris "Wanita Longgar" dari lokasi rahasia.

Ahli Virologi dari China Sebut Covid-19 Buatan Manusia, Mengklaim Punya Bukti Ilmiah

Berbicara tentang penelitiannya, penyakit virus Corona dan tantangan yang dia hadapi.

Dr Li-Meng mengatakan dia melakukan dua penelitian tentang "pneumonia baru" di China antara Desember 2019 dan awal Januari 2020.

Kedua pada pertengahan Januari 2020 dan berbagi hasilnya dengan supervisornya, yang merupakan konsultan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved