Dua Karyawan Migas Positif Covid-19
Dua karyawan salah satu perusahaan migas di Aceh Timur dilaporkan terpapar atau positif Covid-19, dua warga masing-masing dari Kecamatan
IDI - Dua karyawan salah satu perusahaan migas di Aceh Timur dilaporkan terpapar atau positif Covid-19. Selain itu, dua warga masing-masing dari Kecamatan Peureulak Barat dan Kecamatan Julok, Aceh Timur dikabarkan juga positif virus tersebut.
Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Aceh Timur, dr Edi Gunawan, kepada Serambi, kemarin.
“Dari 4 kasus yang bertambah itu, yakni dua karyawan perusahaan migas di Aceh Timur satu orang dari Kecamatan Julok berinisial HS (39), dan satu lagi orang dari Kecamatan Sungai Raya IA (43). Karena tanpa gejala atau OTG jadi kedua karyawan perusahaan migas ini jalani isolasi mandiri di rumah masing-masing,” ungkap dr Edi.
Kedua karyawan perusahaan Migas tersebut diketahui positif Covid-19, saat di-screening oleh pihak perusahaan saat mau masuk kerja. Selain itu, dua lagi yang bertambah positif kemarin yaitu IH (72) asal Kecamatan Peureulak Barat, yang sebelumnya menjalani perawatan di RS Zubir Mahmud, tapi Selasa malam hasil swabnya keluar dan positif Covid-19.
Satu kasus lagi, berdasarkan informasi dari RSUD Zainal Abidin, bahwa ada satu lagi warga Aceh Timur, berinsial MN asal Julok juga dilaporkan positif Covid-19, dan sedang menjalani perawatan di RSUD Zainal Abidin.
Jadi, dengan bertambahnya 4 kasus positif Rabu kemarin, sehingga total warga Aceh Timur yang positif Covid-19 dan masih menjalani perawatan sebanyak 9 orang.
“Dua dirawat di RS Zainal Abidin, satu dirawat di RS Zubir Mahmud, dan 5 isolasi mandiri di rumah, serta satu lagi dirawat di RS Hermina Medan,” ungkap dr Edi Gunawan.
Sementara itu, Poli kebidanan RS ZUbir Mahmud, Aceh Timur, masih tutup karena dokternya positif Covid-19 dan sedang menjalani perawatan di RS Hermina di Medan.
“Hanya poli kebidanan tutup karena dokternya masih dalam perawatan. Selain itu semua pelayanan masih normal,” ungkap dr Edi Gunawan, seraya mendoakan agar dokter kebidanan tersebut segera sembuh. “Alhamdulillah kondisnya masih stabil,” ungkap dr Edi.
Dr Edi mengatakan, RS Zubir Mahmud, Aceh Timur, memiliki 8 kamar perawatan Covid-19, dengan jumlah bed sebanyak 30 bed. Namun, hingga Rabu hari ini, dua ruang terisi oleh pasien Positif Covid-19, satu warga Aceh Timur, dan satu lagi warga Kota Langsa.
RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli menambah puluhan tempat untuk pasien Covid-19, seiring ditambahkan ruangan isolasi. Total tempat tidur yang disiapkan di ruang isolasi untuk pasien Covid-19 berjumlah 54. Penambahan ruangan isolasi akibat melonjak kasus Covid-19 di Pidie.
Direktur RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli, dr Muhammad Yassir SpAn, kepada Serambi, Rabu (16/9/2020) mengatakan, awalnya ruangan isolasi di RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli hanya tiga ruang dengan 19 tempat tidur. Namun, saat ini RSUD Sigli akan menambah ruangan isolasi, termasuk ruang poliklinik di bagian depan akan dijadikan ruangan isolasi bagi pasien Covid-19.
Menurutnya, ruangan untuk pasien Covid-19 mudah disiapkan, seiring menurunnya masyarakat berobat ke RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli. Angka warga yang berobat di RSUD Sigli turun hampir 50 persen sejak munculnya virus Corona. Sebab, sejak pemerintah menggratiskan pengobatan, membeludak warga berobat di RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli.
Kata dokter Yassir, RSUD Sigli harus mempersiapkan 54 tempat tidur untuk pasien Covid-19, meski saat ini pasien Covid-19 belum membeludak. Di mana di dalam ruangan isolasi tercatat 25 pasien dirawat. Rinciannya, 5 pasien positif terinfeksi Covid-19 dan 20 pasien dicurigai terpapar virus Corona.
"Pasien Covid-19 tidak bertambah di RSUD Sigli, karena banyak pasien yang telah sembuh usai menjalani perawatan. Kita imbau warga untuk menjaga kebersihan dan menjalankan protokoler kesehatan, agar dijauhkan dari virus Corona," ujarnya.
Ia menambahkan, untuk alat pemeriksaan swab atau pun alat pelindung diri (APD) sampai kini masih tersedia di RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli. Jika alat-alat tersebut berkurang, kata Yassir, dirinya akan mengusul ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie. (c49/naz)