Breaking News:

Khianati Palestina, Mengapa Negara-negara Arab Kini Berdamai dengan Israel?

Timur Tengah kini memasuki babak baru setelah terjadinya normalisasi hubungan antara Uni Emirat Arab ( UEA) dan Bahrain dengan Israel.

Editor: Amirullah
Freepik
Ilustrasi bendera Arab dan Israel 

SERAMBINEWS.COM - Pada Selasa (15/9/2020), Uni Emirat Arab dan Bahrain menandatangani perjanjian untuk menjalin hubungan formal dengan Israel.

Setelah UEA dan Bahrain, bahkan diprediksi Negara Arab lainnya akan menyusul, mengaoa demikian?

Timur Tengah kini memasuki babak baru setelah terjadinya normalisasi hubungan antara Uni Emirat Arab ( UEA) dan Bahrain dengan Israel.

Seperti diketahui, UEA secara resmi membuka hubungan diplomatik dengan Israel pada 13 Agustus 2020, disusul oleh Bahrain pada 15 September 2020.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut upaya normalisasi ini dengan "Kesepakatan Abraham".

Lawatan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo beberapa waktu lalu ke Timur Tengah merupakan bagian dari upaya untuk mencapai kespekatan bersejarah itu.

VIDEO Wanita Cantik Berpakaian Seksi Ini Dihukum Karena tak Pakai Masker, Sanksinya Tuai Pro Kontra

Mengungkap Rahasia Awet Muda Wanita Jepang, Ternyata Bisa Kamu Lakukan Sehari-hari

Bahkan, seperti dikutip dari TRT Arabi, Jumat (18/9/2020), Sekretaris Presiden AS Mark Meadows mengatakan, normalisasi itu akan diikuti oleh lima negara lain.

Menurut dia, kelima negara itu menunjukkan keseriusannya untuk melakukan normalisasi dengan Tel Aviv.

Ia menambahkan, tiga dari lima negara tersebut berasal dari Timur Tengah, sementara dua negara lainnya dari luar kawasan.

Bagi Pangeran UEA Muhammed bin Zayed, perjanjian damai itu akan menjadi mercu suar bagi pencinta perdamaian dan memungkinkannya untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

"Perjanjian ini akan memungkinkan kita untuk lebih mendukung rakyat Palestina dan mewujudkan harapan mereka menjadi negara merdeka dalam wilayah yang stabil dan makmur," kata dia, dikutip dari al-Quds, Selasa (15/9/2020).

Sudah Berdamai, Bahrain dan UEA Mulai Ucapkan Selamat Tahun Baru Kepada Bangsa Yahudi

Daftar Harga iPhone September 2020 Terbaru: Ini Bocoran Spesifikasi iPhone 12

Sementara itu, Perdana Menteri Palestina Muhammad Shtayyeh menganggap normalisasi UEA dan Bahrain dengan Israel sebagai kekalahan bagi Liga Arab yang kini semakin terpecah.

Para pejabat Palestina juga umumnya memprotes kesepakatan itu sebagai hal yang memalukan dan menodai perjanjian damai 2002 yang diprakarsai oleh Arab Saudi.

Di Manama, warga Bahrain juga menentang normalisasi negaranya dengan Israel. Sebagai bentuk penolakan itu, tagar "Bahrain menentang normalisasi" dan "Normalisasi adalah pengkhianatan" menggema di media sosial Twitter.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved