Luar Negeri
Dua Ahli Bom dari Inggris dan Australia Tewas Saat Pindahkan Bom Perang Dunia II di Pulau Solomon
Setelah perang berakhir, banyak peralatan dan aset perang termasuk amunisi, ranjau darat, dan bahan peledak tertinggal di pulau itu.
Penduduk Diminta Menjauh
Sementara itu, Polisi Kepulauan Royal Solomon (RSIPF) meyakinkan penduduk yang tinggal di dan di sekitar lokasi ledakan bom fatal tadi malam di Tasahe di Honiara Barat, bahwa mereka aman untuk melanjutkan aktivitas normal mereka.
Tempat tinggal daerah Tasahe di Honiara Barat hanya disarankan untuk menjauh dari lokasi kejadian karena tempat kejadian perkara, demikian pernyataan yang dipublish di laman Facebook RSIPF, Senin (21/9/2020).
Seorang Inggris dan Australia yang bekerja untuk organisasi non-pemerintah, Bantuan Rakyat Norwegia (NPA) pada survei non-teknis sisa-sisa eksplosif Perang Dunia Dua di Kepulauan Solomon, tewas dalam ledakan bom di kantor proyek yang terletak di wilayah perumahan Tasahe di Honiara Barat.
“Sejumlah unit polisi kini terlibat dalam penyelidikan termasuk Forensik, Eksplosif Ordnance Disposal (EOD) dan Unit Kejahatan Serius. Tim Respons Polri (PRT) dan kantor frontline kami menyediakan keamanan di lokasi kejadian," kata Petugas Penanggung Jawab EOD, Inspektur Clifford Tunuki.
Inspektur Tunuki menambahkan, “Tim EOD sekarang menunggu hasil penyelidikan Forensik dan kemudian mereka akan menyelesaikan laporan mereka.”
“RSIPF EOD memiliki hubungan kerja yang baik dengan proyek NPA dan jadi kami khawatir mereka memutuskan untuk melakukan operasi EOD di wilayah perumahan. RSIPF tidak tahu barang-barang ini telah dipindahkan ke kediaman NPA. Jika kami tahu kami akan meminta agar barang-barang tersebut dipindahkan ke lokasi aman seperti Hell ' s Point timur Honiara,” kata Inspektur Tunuki.
“Kami sekarang telah memindahkan semua ordnances yang belum terledak lainnya yang ditemukan di kediaman NPA di Tasahe to Hell ' s Point pagi ini sehingga tempat tinggal sekarang aman bagi penyelidik kami untuk melakukan pekerjaan mereka."
“Karena penyelidikan masih dalam tahap awal kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi yang menyebabkan ledakan bom tetapi penyelidikan awal menunjukkan bahwa mereka memiliki beberapa item UXO di kediaman dan mereka mungkin telah melakukan beberapa pekerjaan UXO. RSIPF tidak terlibat dalam operasi tersebut," kata Inspektur Tunuki.(AFP/Serambinews.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ledakan-bom-di-solomon.jpg)