Selasa, 28 April 2026

Luar Negeri

Houthi Kembali Targetkan Arab Saudi, Lima Warga Jazan Terluka dan Sejumlah Bangunan Rusak

Milisi Houthi di Yaman terus melancarkan serangan ke wilayah Arab Saudi hampir setiap hari.

Editor: M Nur Pakar
AP
Anggota milisi Houthi memegang senjatanya dalam memobilisasi lebih banyak anggotanya di Ibu Kota Sanaa, Yaman, pada 20 Februari 2020. 

SERAMBINEWS.COM, JEDDAH - Milisi Houthi di Yaman terus melancarkan serangan ke wilayah Arab Saudi hampir setiap hari.

Arab Saudi menilai tindakan itu melanggar hukum kemanusiaan internasional dengan menargetkan warga sipil Arab Saudi.

Dalam serangan terbaru, kelompok itu meluncurkan rudal ke desa wilayah Jazan Selatan pada Sabtu (19/9/2020).

Dilaporkan, sebanyak lima orang terluka dan sejumlah bangunan rusak terkena serangan rudal Houthi.

Milisi yang didukung Iran terus menyerang wilayah Arab Saudi, membunuh dan melukai warga sipil sejak dimulainya perang pada tahun 2015.

"Kerajaan telah menangani banyak serangan Houthi, termasuk rudal balistik dan pesawat tak berawak yang awalnya
ditujukan untuk menargetkan warga sipil," kata analis politik dan pakar hubungan internasional Dr. Hamdan Al-Shehri
kepada Arab News, Minggu (20/9/2020).

Arab Saudi Sumbang Rp 1,48 Triliun ke WHO, Bantu Perang Melawan Pandemi Covid-19

“Jika bukan karena respon instan Kingdom, mereka akan menyebabkan kerusakan yang sangat besar," tambahnyua

Al-Shehri mengatakan kelompok seperti Houthi tidak diharapkan bertindak berbeda, selain kekerasan dan destruktif.

Dia menuding komunitas internasional tetap diam, termasuk negara-negara yang telah mencabut larangan senjata terhadap Iran.

“Jaringan Houthi yang baru-baru ini ditangkap di Yaman yang menyelundupkan senjata dari Iran telah mengaku menerima perintah dan pelatihan dari Iran," ujarnya.

Dia mengatakan hal itu menjadi bukti keterlibatan berkelanjutan Iran di Yaman.

Jumanah Shaheen Jadi Panutan Gadis Arab Saudi, Bekerja di Efek Visual Hollywood

Oleh karena itu, proklamasi sepihak AS untuk memperkuat sanksi PBB terhadap Iran menjadi hal yang tepat untuk
dilakukan sekarang, harapnya.

Al-Shehri menambahkan milisi adalah organisasi yang aktivitasnya tetap membahayakan nyawa warga sipil Yaman meski mereka tidak merugikan negara tetangga.

Mereka menggunakan kota sebagai perisai dan meluncurkan roket dari dalam Sanaa di antara warga sipil.

Dia mengatakan komunitas internasional harus bertanggungjawab untuk menjaga perdamaian dan keamanan global.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved