Breaking News:

Berita Aceh Utara

Lima Terdakwa Kasus Penyelundupan Bawang Merah Ikuti Sidang Secara Online, Segini Tuntutan JPU

Pada sidang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Aceh Utara itu, ke-5 terdakwa dituntut total 20 tahun penjara.

Dok Kejari Aceh Utara
Lima terdakwa kasus penyelundupan bawang merah mengikuti sidang secara online dari LP Kelas IIB Lhoksukon, Aceh Utara. 

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Lima pria yang terlibat dalam kasus penyelundupan bawang merah sebanyak 768 karung dari Thailand ke Aceh melalui perairan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara mengikuti sidang secara online.

Pada sidang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Aceh Utara itu, kelima terdakwa dituntut total 20 tahun penjara atau masing-masing empat tahun penjara. Selain itu, mereka juga didenda masing-masing Rp 500 juta.

Kelima terdakwa itu masing-masing, Dahlan Hasan (48), tekong asal Aceh Timur, Zulkarnaini (24), kepala kamar kapal asal Idi, dan Habibullah, pemilik bawang merah asal Idi (Aceh Timur).

Sedangkan dua terdakwa lainnya merupakan anak buah kapal (ABK), yaitu Nurdin (43), asal Peudawa, Aceh Timur dan Azmiadi (19), juga asal Aceh Timur.

Materi tuntutan itu dibacakan JPU Kejari Aceh Utara, Wahyudi Kuoso SH dalam sidang lanjutan kasus tersebut di Pengadilan Negeri (PN) Aceh Utara yang dipimpin Arnaini MH, Senin (21/9/2020).

Ini Realisasi Bantuan Langsung Tunai Dana Desa Tiga Bulan Pertama di Aceh Utara, Rampung 95 Persen

Ratusan Jamaah Hadiri Haul Ke-9 Wafatnya Abuya Syech H Adnan Mahmud, Bupati Ingatkan Disiplin Prokes

Positif Corona, Ramli MS Tetap Lantik Sekda Baru, Marhaban Jadi Pj Sekda Aceh Barat Gantikan Adonis

Sedangkan kelima terdakwa mengikuti sidang tuntutan tersebut secara online dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIB Lhoksukon, Aceh Utara.

Diberitakan sebelumnya, Kapal Motor (KM) Rena III ditangkap di kawasan perairan Tanah Jambo Aye setelah menurunkan muatan berupa bawang merah di tepi pantai Desa Paya Bateung, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara pada 4 Maret 2020.

Kapal tersebut ditangkap Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Aceh, bekerja sama dengan Bea Cukai Lhokseumawe, dan Bea Cukai Pangkalan Sarana Operasi Tanjung Balai Karimun, serta bersinergi dengan Detasemen Polisi Militer Iskandar Muda (Denpom IM) I Lhokseumawe.

Menurut JPU, para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 102 huruf a Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Karena itu, JPU meminta majelis hakim untuk menghukum kelima terdakwa, masing-masing selama empat tahun penjara dan denda masing-masing Rp 500 juta.

VIDEO Bupati Simeulue dan Wakil Positif Corona, Pelayanan Tetap Berjalan Normal

Pemkab Pidie Plotkan Dana Rp 1 Miliar untuk Bayar Lahan Kantor Camat Geumpang

Bantuan Modal UMKM Rp 2,4 Juta Mulai Cair di Nagan Raya, Ayo Cek Jadwal Penyalurannya

“Jika dalam satu bulan, denda tidak dibayarkan setelah kasus tersebut mempunyai hukum tetap, maka harta benda dan/atau pendapatan para terdakwa dapat disita jaksa untuk mengganti sejumlah denda yang harus dibayarkan, dan jika tidak mencukupi diganti dengan pidana kurungan masing–masing selama enam bulan,” ujar Wahyudi.(*)

Penulis: Jafaruddin
Editor: Saifullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved