Breaking News:

Luar Negeri

Arab Saudi Mendukung Proses Rekonsiliasi Afghanistan, Taliban dan Pemerintah

Kerajaan Arab Saudi, Senin (21/9/2020) menyatakan dukungannya untuk proses rekonsiliasi Afghanistan.

Editor: M Nur Pakar
AFP/KARIM JAAFAR
Anggota delegasi Taliban menghadiri sesi pembukaan pembicaraan damai antara pemerintah Afghanistan dan Taliban di ibu kota Doha, Qatar, pada 12 September 2020. 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kerajaan Arab Saudi, Senin (21/9/2020) menyatakan dukungannya untuk proses rekonsiliasi Afghanistan.

Pemerintah Saudi telah mengikuti pembicaraan rekonsiliasi baru-baru ini antara pemerintah Afghanistan dan gerakan Taliban, kata pernyataan itu.

Kerajaan mengatakan mendukung segala sesuatu untuk mencapai keamanan, stabilitas dan mengurangi kekerasan di Afghanistan, lansir SPA, Senin (21/9/2020).

"Kerajaan itu tetap bersama Afghanistan dan rakyat Afghanistan untuk mencapai semua harapan dan aspirasi mereka," tambah pernyataan itu.

Sebelumnya militan Taliban dan tentara pemerintah Afghanistan bentrok beberapa jam setelah dimulainya pembicaraan damai yang telah lama ditunggu di Doha, Qatar pada Sabtu (12/9/2020).

Hal itu menggarisbawahi tantangan berat untuk menyelesaikan pemberontakan yang sudah berlangsung 19 tahun.
Pembicaraan antara kedua belah pihak dimulai tak lama setelah kesepakatan AS-Taliban pada Februari 2020.

Negosiator Afghanistan Menunda Perjalanan ke Doha, Membahas Pembicaraan Damai dengan Taliban

Tetapi hanya dimulai pada akhir pekan setelah penundaan berbulan-bulan, sebagian disebabkan oleh serangan Taliban yang berkelanjutan di negara yang dilanda perang itu.

"Dengan dimulainya pembicaraan intra-Afghanistan kami mengharapkan Taliban mengurangi jumlah serangan mereka, tetapi sayangnya serangan mereka masih dalam jumlah yang tinggi," kata Fawad Aman, juru bicara kementerian pertahanan Afghanistan.

Perwakilan dari sejumlah negara yang berbicara pada peresmian perundingan perdamaian meminta Taliban untuk segera mengumumkan gencatan senjata.

Ssebelum negosiator duduk untuk menemukan cara untuk mengakhiri perang puluhan tahun di Afghanistan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved