Breaking News:

Konservasi Badak

Bupati Minta Pemerintah Tetapkan Kawasan Konservasi Badak di Aceh Timur

Kesempatan bupati memberikan materi seiring Aceh Timur, jadi tempat pembangunan suaka badak Sumatera atau Suaka Rhino Sumatera (SRS).

Penulis: Seni Hendri | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Bupati Rocky menyampaikan sambutan ketika mengisi Webinar Peringatan Hari Badak Sedunia Tahun 2020 secara virtual di Aula Setdakab Aceh Timur di Idi, Selasa (22/9/2020). Photo Humas Aceh Timur 

Laporan Seni Hendri l Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Bupati Aceh Timur H Hasballah bin HM Thaib SH menjadi pemateri dalam acara web seminar (webinar) peringatan Hari Badak Sumatera se-Dunia yang dilaksanakan secara virtual.

Kesempatan bupati memberikan materi seiring Aceh Timur, jadi tempat pembangunan suaka badak Sumatera atau Suaka Rhino Sumatera (SRS).

Dalam kesempatan itu, Bupati mengharapkan, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, agar Aceh Timur mendapatkan penetapan kawasan konservasi badak dari pemerintah pusat.

Tujuannya guna mendukung upaya pemerintah daerah di Aceh bersama lembaga forum konservasi Leuser (FKL) untuk membangun Suaka Rhino Sumatera (SRS).

Bupati Aceh Timur, menyatakan pihaknya sangat mendukung program SRS, bahkan Bupati Rocky bersama sejumlah pejabat dari instansi terkait dan pihak FKL telah meninjau lokasi SRS di kawasan Desa Sri Mulya, Kecamatan Peunarun, Aceh Timur, Sabtu (19/9/2020) lalu.

Aceh Selatan Raih Plakat Penghargaan dari Kementerian Keuangan, Ini Prestasinya

H Irmawan Serahkan Bantuan Operasional Untuk Dayah Ulee Titi dan Sejumlah Pesantren di Aceh

Wabup Muslizar MT Buka TMMD Kodim Abdya, Sasaran Fisik Buka Badan Jalan 2,5 Km

Rencana pembangunan suaka badak tersebut, jelas Bupati, mendapat sambutan hangat dari masyarakat, karena akan dibangun berbagai sarana dan prasarana yang dibutuhkan di sana nantinya.

"Untuk program SRS ini, kita menyiapkan lahan seluas 7.200 hektar dan 300 hektar diantaranya akan dijadikan lokasi program SRS, termasuk pakan badak dan titik perkawinan nantinya," kata bupati yang akrab disapa Rocky.

Bupati mengatakan lokasi suaka badak tersebut nantinya, akan menjadi objek penelitian badak sumatera di dunia dan menjadi wisata satwa di alam terbuka untuk dunia.

"Melalui Peringatan Hari Badak Sedunia, kami selaku kepala daerah mengajak seluruh pihak terutama Kementerian LHK RI dan lembaga pemerhati lingkungan untuk menyelamatkan berbagai satwa dilindungi, baik badak sumatera, gajah sumatera, orangutan sumatera dan harimau sumatra," kata Rocky.

Webinar Peringatan Hari Badak Sumatera kali ini ikut dihadiri KSDAE KLHK RI, Ir Wiratni MSc. Sejumlah narasumber antara lain Widodo Ramono (Direktur Yayasan Badak Indonesia), Riki Frindos (Direktur Eksekutif Yayasan KEHATI), dan Arif Rubianto (Direktur ALeRT). Webinar dipandu Samedi dari Direktur Program TFCA-Sumatera.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved