Senin, 27 April 2026

Berita Aceh Tamiang

Harga Jual Lebih Tinggi, Petani Aceh Tamiang Didorong Kembangkan Padi Organik

“Padi organik ini sudah identik dengan beras sehat, makanya harga jualnya lebih tinggi. Tapi sebagian besar petani kita sudah terlanjur terdoktrin...

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ RAHMAD WIGUNA
Kadistambunak Aceh Tamiang, Yunus. 

“Padi organik ini sudah identik dengan beras sehat, makanya harga jualnya lebih tinggi. Tapi sebagian besar petani kita sudah terlanjur terdoktrin dengan kuantitas yang menurun,” lanjutnya.

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Petani di Aceh Tamiang didorong mengembangkan tanaman padi organik, karena dinilai memiliki banyak manfaat bagi kesehatan diri dan lingkungan.

Dorongan ini dilakukan Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan (Distanbunak) Aceh Tamiang dengan terus melakukan sosialisasi kepada petani.

Ke depan, pihaknya akan memberi bantuan dalam bentuk pupuk dan penjualan.

“Kendala hari ini sulit mengubah paradigma petani kita yang sudah sejak dulu menggunakan pupuk kimia. Padahal keuntungan menggunakan pupuk organik cukup banyak,” kata Kadistanbunak Aceh Tamiang, Yunus, Selasa (22/9/2020).

Diakui Yunus, kalau produktivitas padi menggunakan pupuk organik bisa menyusut hingga 30 persen dibanding pupuk kimia.

Namun, petani harus menyadari kalau harga jual padi organik lebih tinggi karena sudah menjadi konsumsi masyarakat level ekonomi mengengah ke atas.

Nasib Guru Cantik, Kerap Digoda Ayah Murid Hingga Disebut Pelakor, Akhirnya Berhenti Kerja

“Padi organik ini sudah identik dengan beras sehat, makanya harga jualnya lebih tinggi. Tapi sebagian besar petani kita sudah terlanjur terdoktrin dengan kuantitas yang menurun,” lanjutnya.

Yunus menambahkan, selain memberikan dampak sehat bagi konsumen, pupuk organik juga ramah lingkungan dan harganya lebih terjangkau.

Untuk meyakinkan petani beralih ke pupuk ini, Distanbunak Aceh Tamiang berkomitmen membantu promosi penjualan beras ini melalui Disperindagkop.

“Caranya kita buat kemasan yang mewah dan ada tertera residunya, agar memiliki daya pikat di pasar,” ungkap Yunus.

Distanbunak Aceh Tamiang sendiri sudah menyiapkan konsep demonstrasi plot (demplot), untuk memperkenalkan tanaman padi organik ini kepada petani.

“Tidak perlu terlalu luas, cukup beberapa rante saja sudah cukup,” tutupnya. (*)

Anggaran Perpustakaan Nasional Disetujui Rp 656 Miliar, Libatkan TP PKK Desa

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved