Rabu, 6 Mei 2026

Luar Negeri

PM Inggris Kembali Berlakukan Jam Malam, Cegah Penyebaran Virus Corona Makin Luas

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Selasa (22/9/2020) mengerem kembalinya ke kantor dan kehidupan sosial yang normal.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/JESSICA TAYLOR
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berbicara kepada anggota parlemen tentang pembatasan baru terkait pandemi Covid-19, di House of Commons di London, Inggris, Selasa (22/9/2020). 

Tetapi tindakan tersebut tidak seketat penguncian nasional yang diberlakukan pada Maret 2020 yang membatasi sebagian besar populasi dan menutup sebagian besar bisnis.

Inggris mengurangi pengunciannya mulai Juni 2020, karena kasus-kasus mulai menurun, tetapi tren itu sekarang telah berbalik.

Beberapa anggota parlemen dari Partai Konservatif yang memerintah merasa tidak nyaman tentang pengetatan pembatasan bisnis dan kehidupan sehari-hari.

Karena dampaknya pada ekonomi Inggris yang sudah goyah dan pembatasan kebebasan sipil.

Pengusaha dan pekerja di bisnis perhotelan juga menjadi perhatian.

Kate Nicholls, kepala eksekutif badan perdagangan UKHospitality mengatakan sebelum pengumuman pembatasan tersebut merupakan pukulan telak bagi banyak bisnis.

Tetapi kebanyakan ahli epidemiologi percaya bahwa pembatasan sekali lagi diperlukan dan bahkan khawatir bahwa rencana pemerintah mungkin tidak berjalan cukup jauh.(*)

Arab Saudi Peringati Hari Nasional 23 Desember, Atraksi Udara Sudah Dimulai di Jeddah

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved