Selasa, 28 April 2026

Luar Negeri

Anwar Ibrahim Siap Gulingkan PM Muhyiddin, Klaim Dapat Dukungan Mayoritas Parlemen Malaysia  

Anwar cuma membutuhkan persetujuan raja untuk menggantikan posisi Muhyiddin Yassin sebagai perdana menteri saat ini.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Mursal Ismail

Anwar cuma membutuhkan persetujuan raja untuk menggantikan posisi Muhyiddin Yassin sebagai perdana menteri saat ini.

SERAMBINEWS.COM - Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, Rabu (23/9/2020) mengatakan bahwa, dia telah mendapatkan dukungan mayoritas dari anggota parlemen untuk membentuk pemerintahan baru.

Ia juga sedang beraudiensi dengan Raja Malaysia untuk mengangkatnya secara resmi sebagai perdana menteri baru.

Anwar cuma membutuhkan persetujuan raja untuk menggantikan posisi Muhyiddin Yassin sebagai perdana menteri saat ini.

Mengutip dari Reuters, dalam koferensi persnya hari ini, Anwar mengatakan bahwa dia didukung dari anggota parlemen, yang berarti Muhyiddin akan lengser sebagai PM.

“Kami memiliki mayoritas yang kuat dan tangguh. Saya tidak berbicara tentang empat, lima, enam (kursi), saya berbicara tentang lebih dari itu," kata Anwar.

Namun, ia enggan memberikan jumlah angka apa pun, tetapi ia mengatakan itu mendekati dua pertiga dari 222 kursi anggota parlemen.

Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Digerebek, Polisi Sita Kondom Hingga Uang Jutaan Rupiah

Muhyiddin Yassin Tegaskan Masih PM Malaysia yang Sah, Minta Anwar Ibrahim Membuktikan Klaimnya

“Kami membutuhkan pemerintahan yang stabil dan kuat untuk menjalankan negara dan menyelamatkan negara,” tambahnya.

Klaim pemimpin oposisi itu muncul kurang dari tujuh bulan setelah Muhyiddin merebut jabatan Perdana Menteri Malaysia.

Pengangkatan Muhyiddin sebagai PM, menyusul kekacauan politik yang menyebabkan runtuhnya pemerintahan Mahathir Mohamad.

Kantor perdana menteri tidak segera menanggapi klaim Anwar itu.

Jika Muhyiddin menemui raja terlebih dahulu, dia dapat menasihati raja untuk membubarkan parlemen dan mengadakan kembali pemilihan umum nasional.

Muhyiddin menjabat sebagai PM pada Maret 2020, setelah mengamankan mayoritas parlemen dengan dukungan Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), yang dikalahkan dalam pemilu 2018.

Lawan Muhyiddin menuduhnya merebut kekuasaan dengan menggeser partai yang berkoalisi, alih-alih mendapatkannya di kotak suara.

Pelanggar Perbup Prokes Covid Masih Dikenakan Sanksi Sosial belum Dijerat Denda, Ini Alasannya

Sekolah Tatap Muka di Aceh Tengah Kembali Ditunda

Tapi Muhyiddin memiliki mayoritas suara yang tipis, dan ada spekulasi bahwa dia bisa membuat pemilihan baru untuk memenangkan mandat yang lebih kuat sebagai PM.

Anwar Ibrahim yang berusia 73 tahun, memiliki karier politik yang kacau selama dua dekade terakhir.

Pada awalnya, karir politik Anwar yang sedang naik daun, dia dipenjara karena tuduhan sodomi dan korupsi setelah perseteruan dengan pemerintah.

Ia menghabiskan hampir 10 tahun di balik jeruji besi atas tuduhan yang dia dan pendukungnya gambarkan sebagai suatu hal untuk menghancurkan karir politiknya.

Namun dia diberikan pengampunan kerajaan pada 2018, sebagai bagian dari kesepakatan dengan Mahathir untuk menggantikan jabatan perdana menteri Najib Razak.

Sementara itu, Anwar dilaporkan akan segera menjumpai Raja Malaysia untuk menginformasikan perkembangan politik ini sekaligus meminta mandat untuk membentuk pemerintahan baru.

Belum diketahui komposisi yang jelas dari Koalisi Pakatan Harapan jika memang benar Anwar mengambil alih tampuk kekusasaan.

Juga tidak diketahui apakah Mahathir Mohamad, Shafie dan Syed Saddiq akan bergabung dalam pemerintahan baru ini.

Perdana Menteri Muhyiddin Yassin sendiri dijadwalkan juga akan menyampaikan pidato khusus. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved