Breaking News

Luar Negeri

Presiden Xi Jinping Balas Donald Trump: Tak Ada Niat Perang Dingin atau Panas dengan Negara Manapun

Presiden China Xi Jinping membalas tuduhan Presiden AS Donald Trump atas penyebaran virus Corona. "China tidak memiliki niat untuk berperang

Editor: M Nur Pakar
AFP/GREG BAKER
Presiden China Xi Jinping muncul melalui tautan video Sidang Majelis Umum PBB di Beijing, Selasa (22/9/2020), sekaligus menyampaikan balasan ke Presiden Donald Trump. 

SERAMBINEWS,COM, NEW YORK - Presiden China Xi Jinping membalas tuduhan Presiden AS Donald Trump atas penyebaran virus Corona.

"China tidak memiliki niat untuk berperang, baik Perang Dingin atau panas dengan negara mana pun," kata Xi Jinping.

Xi Jinping menambahkan:

"Mengubur kepala seseorang di pasir seperti burung unta dalam menghadapi globalisasi ekonomi atau mencoba melawannya dengan tombak Don Quixote, tentunya bertentangan dengan tren sejarah."

"Biarkan ini menjadi jelas:"

"Dunia tidak akan pernah kembali ke isolasi, dan tidak ada yang dapat memutuskan hubungan antar negara," kata Xi.

Dia memperingatkan China tidak akan terlibat dalam permainan zero sum, lansir AP, Rabu (23/9/2020).

Presiden AS Donald Trump berbicara dalam kampanye di Dayton International Airport, Ohio, AS, Senin (21/9/2020).
Presiden AS Donald Trump berbicara dalam kampanye di Dayton International Airport, Ohio, AS, Senin (21/9/2020). (AFP/MANDEL NGAN)

Donald Trump Minta Pertanggungawaban dan Kecam China, Virus Corona Menewaskan 200.000 Warganya

Menanggapi keinginan Trump untuk mundur dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Xi mengatakan bahwa WHO adalah inti dari respons pandemi Covid-19 global.
.
Meletakkan tantangan diplomatik, Presiden Trump merujuk pada pertempuran sengit melawan musuh yang tak terlihat, virus China.

Dia memberi serangan kecepatan penuh terhadap China, saat berbicara melalui video debat umum Majelis Umum PBB yang dimulai Selasa (22/9/2020).

"Kita harus meminta pertanggungjawaban bangsa yang melepaskan wabah ini ke dunia: China," tegas Trump.

Sekjen PBB, Antonio Guterres menggelar konferensi virtual tentang krisis pangan dan  penyebaran virus Corona di markas Persatuan Afrika di Addis Abbas, Ethiopia pada 8 Februari 2020.
Sekjen PBB, Antonio Guterres menggelar konferensi virtual tentang krisis pangan dan penyebaran virus Corona di markas Persatuan Afrika di Addis Abbas, Ethiopia pada 8 Februari 2020. (AFP/MICHAEL TEWELDE)

Sama seperti Trump menempatkan China di garis bidiknya di PBB, Sekjen PBB Antonio Guterres malahan memperingatkan keduanya, AS dan China.

FBI Tangkap Pengirim Amplop Berisi Racun ke Presiden Donald Trump, Ternyata Seorang Wanita

"Dunia tidak mampu memiliki masa depan, di mana dua ekonomi terbesar membelah dunia dalam Fraktur Besar," jelas Gutteres.

"Masing-masing dengan aturan perdagangan dan keuangannya sendiri serta kapasitas internet dan kecerdasan buatan," tambahnya.

"Kesenjangan teknologi dan ekonomi berisiko berubah menjadi perpecahan geo-strategis dan militer," ujar Gutteres.

"Sekarang adalah waktunya untuk dorongan baru kolektif untuk perdamaian dan rekonsiliasi," harap Sekjen PBB itu.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved