Berita Aceh Besar
Eka Rizkina Minta Pemkab Aceh Besar Promosikan Situs Sejarah Sebagai Ikon Wisata Internasional
Salah satunya, kata Srikandi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini adalah situs tsunami yang sudah lama terbengkalai di Desa Mon Ikeun
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Mursal Ismail
Salah satunya, kata Srikandi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini adalah situs tsunami yang sudah lama terbengkalai di Desa Mon Ikeun, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar.
Laporan Asnawi Luwi | Aceh Besar
SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Wakil Ketua Komisi V DPRK Aceh Besar, Eka Rizkina Spd, meminta Pemkab Aceh Besar mempromosikan situs sejarah sebagai ikon wisata international.
Dengan demikian diharapkan setiap situs ini menjadi lokasi wisata, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat, apalagi di tengah pandemi Covid-19 saat ini.
Salah satunya, kata Srikandi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini adalah situs tsunami yang sudah lama terbengkalai di Desa Mon Ikeun, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar.
"Kondisi ini sangat disayangkan, karena Lhoknga yang sudah menjadi objek wisata lokal, nasional, dan internasional, situs ini justru terkesan terabaikan, semestinya harus bisa dimanfaatkan," kata Eka Rizkina.
Sekretaris Fraksi PKS DPRK Aceh Besar ini mengharapkan Pemkab Aceh Besar dapat menjaga semua aset situs sejarah ini, termasuk situs tsunami di Mon Ikeun Lhoknga ini.
Bukankah tsunami adalah bencana maha dahsyat di dunia pada 26 Desember 2004 yang dikenang oleh manusia dari berbagai belahan dunia.
• Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur, Seorang Warga di Nagan Raya Ditangkap Polisi
• VIDEO Suasana Kediaman Alm Haji Harun Keuchik Leumik, Keluarga Merasa Kehilangan
• Nuruddin Ar Raniry, Hamzah Fanshuri, dan Permasalahan Tasawuf Wahdatul Wujud dalam Sejarah Aceh
"Pemkab Aceh Besar melalui Disparpora harus proaktif melobi pihak Kementerian Pariwisata untuk mengembangkan dan mempromosikan situs-situs sejarah yang ada di Aceh Besar.
Bukan saja ke tingkat nasional, namun juga ke dunia internasional," kata Eka Rizkina.
Eka menambahkan momentum peringatan Hari Pariwisata yang jatuh besok, Minggu 27 September 2020, seharusnya dijadikan momen kebangkitan bagi dunia wisata.
Apalagi kawasan Aceh Besar yang setiap sudutnya wilayahnya punya nilai jual wisata yang tinggi berciri khas masing-masing.
"Kita harapkan disaat dunia sedang dilanda wabah covid-19 ini yang wisatawan tidak banyak yang berkunjung, harus mampu dimanfaatkan untuk memperbaiki dan merawat kembali situs-situs wisata.
Mari kita kembangkan objek wisata di Aceh Besar menjadi wisata religius dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19," harap Eka Rizkina. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ekarizkina.jpg)