Perjalanan Panjang Anwar Ibrahim untuk Menjadi Pemimpin Malaysia
Berikut adalah perjuangan panjang Anwar Ibrahim demi bisa memimpin Malaysia sebagai perdana menteri.
Mulailah pertarungan sengit untuk suksesi dan kebangkitan nasionalisme Melayu.
Pada bulan Februari, pengunduran diri Mahathir yang tak terduga menyebabkan keruntuhan koalisi, menjerumuskan Malaysia ke dalam periode kekacauan politik yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Raja Malaysia, yang memiliki keputusan akhir tentang siapa yang harus membentuk pemerintahan, memilih Muhyiddin Yassin untuk memimpin, yang secara efektif memulihkan tatanan lama ke kekuasaan.
Namun dalam perubahan terbaru dalam turbulensi politik yang sedang berlangsung, pada September 2020 Anwar mengatakan bahwa dia memiliki suara mayoritas parlemen dan sedang mencari audiensi dengan raja untuk membentuk pemerintahan baru.
Klaimnya telah dibantah oleh Muhyiddin, yang mengatakan dia masih berkuasa, sementara raja saat ini di rumah sakit.
Kini, masih harus dilihat apakah Anwar akan naik menjadi perdana menteri atau kembali gagal kali ini.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Anwar Ibrahim: Ambisi dan Perjalanan Panjangnya untuk Menjadi Pemimpin Malaysia