Breaking News:

Terungkap Pendapatan Arab Saudi dari Haji dan Umrah, Terbesar dari Indonesia Disusul Negara Ini

Setiap tahun sebelum pandemi virus corona, jutaan jamaah dari berbagai negara mengunjungi Arab Saudi untuk Umrah. Haji hanya sekali dalam setahun

AFP/STR
Para jamaah haji melaksanakan tawaf dengan mengelilingi Ka'bah dengan tetap menjaga jarak dan diberi payung dengan warna masing-masing kelompok di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Rabu (29/7/2020). 

SERAMBINEWS.COM - Minyak dan ibadah haji adalah penyumbang pendapatan terbesar bagi Kerajaan Arab Saudi.

Setiap tahun sebelum adanya pandemi virus corona, jutaan jamaah dari berbagai negara mengunjungi Negara Teluk tersebut.

Jamaah yang datang ke Arab Saudi untuk beribadah haji setiap tahun mencapai lebih dari 2,5 juta orang.

Angka tersebut belum menghitung kedatangan jamaah umrah.

Lalu berapa pemasukan uang bagi Arab Saudi yang berasal dari jamaah haji?

DN Aidit Bukanlah Apa-Apa, Ternyata Inilah Sosok Dalang PKI di Indonesia

Dilansir dari BBC, Minggu (27/9/2020), Mazen Al Sudairi, Kepala Peneliti Perusahaan Jasa Keuangan Al-Rajhi yang berbasis di Riyadh, mengungkapkan pendapatan langsung yang diterima pemerintah Arab Saudi setiap tahunnya dari penyelenggaraan haji mencapai 12 miliar dollar AS atau sekitar Rp 177,139 triliun (kurs Rp 14.700).

"Meskipun sebagian besar biaya pelaksanaan ibadah haji mengalami penghematan, Mekkah dan Madinah akan kehilangan potensi sebesar 9 - 12 miliar dollar AS," kata Mazen.

Perhitungan pendapatan haji tersebut merupakan pemasukan untuk Pemerintah Arab Saudi di tahun 2020 jika penyelenggaraan haji tahun ini berjalan normal tanpa adanya pandemi Covid-19.

Selain pendapatan langsung dari jamaah haji, Kerajaan Arab Saudi juga mendapatkan keuntungan besar dari peredaran uang dari pengeluaran belanja dari para jamaah haji selama di Kota Suci.

Halaman
1234
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved