Breaking News:

Luar Negeri

ISIS Sergap Konvoi Tentara Nigeria, 18 Orang Tewas.

Kelompok Negara Islam (ISIS) menyergap konvoi tentara dan polisi Nigeria yang sedang mengawal pejabat negara.

FOTO: BBCNews
Tentara menshalatkan rekannya yang tewas ditembak ISIS sebelum dimakamkan di Nigeria, Sabtu (26/9/2020). 

SERAMBINEWS.COM, ABUJA - Kelompok Negara Islam (ISIS) menyergap konvoi tentara dan polisi Nigeria yang sedang mengawal pejabat negara.

Dikatakan empat tentara, 10 petugas polisi dan empat warga sipil tewas dalam serangan yang menargetkan pejabat negara bagian Borno pada Jumat (25/9/2020).

Kelompok Negara Islam (ISIS) mengatakan berada di balik serangan itu, mengklaim 30 orang telah tewas.

Militer telah memerangi militan Islam selama lebih dari satu dekade.

Kota di Nigeria yang kehilangan gadis-gadisnya, lansir BBCNews, Minggu (27/9/2020).

Para militan menanam alat peledak improvisasi (IED) di jalan dari kota Monguno ke kota nelayan Baga, kata Mayor
Jenderal John Enenche, juru bicara Markas Besar Pertahanan Nigeria, dalam sebuah pernyataan, Minggu (27/9/2020).

Regulator Nigeria Akan Terima Uang Virtual Sebagai Alat Pembayaran Sah

Pasukan kemudian menangkap sebuah truk senjata dari para militan dan menemukan dua kendaraan polisi yang disita penyerang, kata pernyataan itu.

Para pejabat sedang dalam perjalanan untuk menyelesaikan pengaturan bagi para pengungsi untuk kembali ke Baga ketika mereka disergap.

Gubernur Negara Bagian Borno Babagana Zulum berada dalam konvoi sebelumnya dan tidak terluka, kata pemerintah
negara bagian.

Dilaporakan, Abuja, mengatakan serangan itu dapat menandakan bahwa daerah pedesaan masih belum cukup aman bagi para pengungsi untuk kembali.

Armenia Gempur Azerbaijan, Perebutan Wilayah Separatis Nagorno-Karabakh

Lebih dari 30.000 orang telah tewas dan jutaan orang harus meninggalkan rumah mereka karena pemberontakan oleh
militan Islam Boko Haram.

Mereka melancarkan operasi militer pada 2009 dan serangan telah menyebar dari timur laut Nigeria ke negara tetangga Chad, Niger dan Kamerun.

Satu faksi memisahkan diri pada tahun 2016 dan sekarang bertempur di bawah bendera kelompok bernama Negara Islam Provinsi Afrika Barat (Iswap).(*).

Mendapat Tekanan Dari ISIS, Umat Hindu Meninggalkan Afghanistan

Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved