Sabtu, 2 Mei 2026

Luar Negeri

Mendapat Tekanan Dari ISIS, Umat Hindu Meninggalkan Afghanistan

Komunitas Sikh dan Hindu Afghanistan terus menyusut ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir ini.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AP/File
Orang-orang Sikh Afghanistan berduka selama prosesi pemakaman anggota keluarganya yang dibunuh pria bersenjata ISIS di Kabul, Afghanistan pada 26 Maret 2020. 

Kuil-kuil Hindu di kota tua Kabul dihancurkan selama pertempuran brutal antara panglima perang saingan 1992-96.

Pertempuran itu mengusir puluhan Hindu dan Sikh Afghanistan.

Selain serangan kelompok bersenjata ISIS pada Maret 2020, serangan bunuh diri ISIS tahun 2018 di kota Jalalabad
menewaskan 19 orang, kebanyakan dari mereka adalah penganut Sikh.

Termasuk seorang pemimpin lama yang telah mencalonkan dirinya sebagai anggota parlemen Afghanistan.

“Kematian besar bagi komunitas kecil tidak dapat ditoleransi,” kata Charan Singh Khalsa, seorang pemimpin
komunitas Sikh yang tinggal di luar negeri.

Dubes AS di Afghanistan Peringatkan Pemerintah, Kelompok Militan Mulai Memburu Perempuan

Dia meninggalkan Afghanistan setelah saudara laki-lakinya diculik dan dibunuh dalam serangan oleh orang-orang bersenjata di Kabul dua tahun lalu.

Dia mengatakan tiga tahun terakhir adalah periode terburuk bagi semua warga Afghanistan, terutama bagi Sikh dan Hindu.

Para pemimpin komunitas mengecam pemerintah baru-baru ini karena gagal meningkatkan keamanan dalam menghadapi ancaman ISIS.

Pemerintah Afghanistan pada tahun 2010 memutuskan untuk mendedikasikan kursi di majelis nasional untuk agama
minoritas, dan sejak itu ada dua perwakilan Sikh.

Tapi Khalsa menyebut tulisan ini simbolik.

Dia mengkritik pemerintah karena terlalu lama memberikan kekuasaan perwakilan politik kepada komunitas dan gagal "memberikan keamanan ke tempat ibadah kami".

Seorang pemimpin komunitas Sikh senior mengatakan kepada The Associated Press bahwa kelompok itu sedang
bernegosiasi dengan pemerintah mengenai keamanannya dan perbaikan kuil dalam serangan Maret.

Pada konferensi pers bulan lalu, juru bicara Presiden Ashraf Ghani, Sediq Sediqqi, mengatakan anggota komunitas
Sikh dan Hindu Afghanistan akan kembali setelah perdamaian pulih.

"Kami akan menggunakan semua fasilitas kami untuk memberikan keamanan kepada masyarakat," kata juru bicara
Kementerian Dalam Negeri Tariq Arian, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

"Kami berkomitmen dan bertanggung jawab atas keamanan mental dan pribadi (Sikh dan Hindu) mereka."

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved