Berita Pidie Jaya
Petani Garam Pijay Sudah Hasilkan Garam 1 Ton Per Hari, Ditampung Pedagang Lokal dan Luar Daerah
Para petani garam pesisir Gampong Lancang Paru, Kecamatan Bandar Baru Pidie Jaya (Pijay) mampu memproduksi sebanyak 1 ton per hari.
Penulis: Idris Ismail | Editor: M Nur Pakar
Laporam Idris Ismail I Pidie Jaya
SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Para petani garam pesisir Gampong Lancang Paru, Kecamatan Bandar Baru Pidie Jaya (Pijay) mampu memproduksi sebanyak 1 ton per hari.
Rata-rata harga tampung garam selama tiga bulan terakhir ini bertahan Rp 5.000/kg
Sarlie (43) seorang petani garam di Gampong Lancang Paru kepada Setambinews.com, Senin (28/9/2020) mengatakan, sudah mampu menghasilkan produksi garam rata-rata 1 ton per hari.
"Dengan harga tampung garam selama tiga bulan terakhir bertahan Rp 5.000/Kg maka omzet kotor yang dperoleh setiap hari sebanyak Rp 5 juta," ujarnya.
• Jalan Simpang Tiga - Meureudu Pidie Jaya Sudah Bisa Dilintasi
Dalam berbagai kondisi cuaca baik hujan maupun kemarau tidak memperngaruhi hasil produksi, katanya.
Sebab, usaha pengembangan garam ini dilakukan secara penguapan atau penerapan sistim Geo Membran yang telah berjalan sejak 2018 lalu.
Umumnya hasil produksi garam asal Pijay ini di pasarkan keberbagai daerah oleh para agen penampung baik dari Pidie, Banda Aceh, Biruen, Aceh Utara, Meulaboh maupun para pedagang lokal.
• Pembangunan Tiga Infrastruktur Sekolah di Pidie Jaya Masih Rendah
Maka pencapaian hasil produksi garam secara maksimal garam lokal selama tiga tahun terakhir ini tidak terlepas dari usaha pemberdayaan garam ala Geo Membran oleh Pemkab Pijay.
"Upaya pengolahan garam ala Geo Membran bagi masyarakat pesisir ini telah memberikan manfaat yang sangat besar dalam pemberdayaan perekonomian warga miskin," ujarnya, (*)
• BKPH Krueng Tiro Amankan 10 Batang Kayu Log dari Hutan Pidie Jaya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/petani-garam-gampong-lancang-paru-pidie-jaya.jpg)