Sabtu, 11 April 2026

Berita Aceh Tengah

Seniman Gayo Ini Ditangkap dan Dipenjara 22 Hari karena Dituduh PKI

Seniman Gayo, Ibrahim Kadir, dituduh anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) lalu ditangkap dan dipenjara selama 22 hari. Ia ditangkap tanpa proses..

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Ibrahim Kadir, korban salah tangkap karena dituduh PKI. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Seniman Gayo, Ibrahim Kadir, dituduh sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI), lalu ditangkap dan dipenjara selama 22 hari. Ia ditangkap tanpa proses pengadilan. Hari ke-23, Ibrahim Kadir dilepas dari penjara begitu saja, dengan alasan salah tangkap.

Kisah tragis penyair besar Gayo ini kemudian difilmkan oleh sutradara Garin Nugroho pada tahun 2000 yang diperankan sendiri oleh seniman Ibrahim kadir. Film hitam putih berjudul “Puisi Tak Terkuburkan”  berhasil meraih sejumlah penghargaan internasional. Ibrahim Kadir lahir di Kemili Takengon 2 Agustus 1942 dan meninggal dunia pada Selasa (1/9/2020) dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Kemili Takengon, 

Ibrahim Kadir ditangkap pada 11 Oktober 1965. Langsung dijebloskan ke dalam penjara di Takengon. Awalnya, Ibrahim Kadir tidak mengetahui alasan ia ditangkap. Setelah dalam penjara, baru ia tahu, dirinya ditangkap dengan alasan dituduh PKI, seperti juga orang-orang yang ada dalam penjara tersebut.

Selama 22 hari, Ibrahim Kadir menyaksikan pemandangan yang mengerikan. Orang-orang dibunuh dengan cara dipenggal, ditembak.

“Kapan maut menjemput” Ibrahim Kadir hanya menunggu giliran, seperti juga orang-orang di dalam penjara itu. Salah satu tugas Ibrahim Kadir adalah mengalungi kepala orang-orang yang akan dibunuh dengan karung goni.

“Sangat tragis dan menyedihkan sekali,” cerita Ibrahim Kadir dalam berbagai kesempatan saat ia masih hidup. Ia menumpahkan rasa traumatisnya itu dalam bentuk puisi Didong yang diciptakan dalam penjara. Puisi itu berjudul “Sebuku” atau ratapan.

Ia menyebut, ada tujuh orang yang dieksekusi di Tenge Besi atau Totor Besi, jalur lintasan Takengon - Bireuen.(*)

Universitas Diponegoro Semarang Berduka Setelah Seorang Dokter di Aceh Utara Meninggal, Ini Sebabnya

Pasien Positif Covid-19 Kabur dari RSUD Nagan Raya, Ternyata Karyawan Perusahaan Sawit di Aceh Barat

Sudah 2 Hari Armenia & Azerbaijan Bentrok, 39 Orang Tewas, Saling Tuduh Pakai Senjata Artileri Berat

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved