Selasa, 9 Juni 2026

Luar Negeri

Azerbaijan dan Armenia Siap Perang Habis-habisan, Tolak Perundingan hingga PBB Prihatin

Keduanya juga menolak untuk mengadakan perundingan atas konflik yang berlangsung di daerah kantong etnis, Nagorny-Karabakh.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
AP/Sipan Gyulumyan
Seorang prajurit Armenia menembakkan meriam ke arah posisi Azerbaijan di wilayah separatis Republik Nagorny-Karabakh yang memproklamirkan diri, Azerbaijan, Selasa, 29 September 2020. (AP/Sipan Gyulumyan) 

"Armenia harus mundur dari wilayah di bawah pendudukannya daripada menggunakan trik propaganda murahan," kata asisten pers Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Fahrettin Altun.

Awal pekan ini, Armenia menuduh Turki mengirim tentara bayaran untuk mendukung pasukan Azerbaijan di wilayah etnis Armenia.

 

Putin minta Armenia kurangi eskalasi Perang

Armenia-Azerbaijan tak hanya mengancam keamanan tapi juga melibatkan Turki dan Rusia.

Moskwa sendiri memiliki aliansi pertahanan dengan Armenia, tetapi juga menikmati hubungan dekat dengan Azerbaijan.

Kremlin mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara melalui telepon dengan Pashinyan untuk kedua kalinya sejak dimulainya krisis dan mengatakan semua pihak harus mengambil tindakan untuk mengurangi eskalasi.

Namun, Kremlin belum mempublikasikan kontak apa pun antara Putin dan Aliyev.

Moskwa terus-menerus melakukan kontak dengan Turki, Armenia dan Azerbaijan, dan setiap pembicaraan tentang memberikan dukungan militer untuk pihak lawan hanya akan menambah bahan bakar ke dalam api, menurut pernyataan Kremlin.

Sementara itu, Pashinyan mengatakan kepada BBC dalam sebuah wawancara bahwa pasukan Azerbaijan telah menyerang desa dan kota di Nagorny-Karabakh dan di dalam Armenia sendiri pada hari Selasa kemarin.

“Ada korban di antara militer dan warga sipil. Puluhan tewas dan ratusan lainnya luka-luka,” kata PM Armenia itu.

Kantor kejaksaan Azerbaijan mengatakan 12 warga sipil Azerbaijan sejauh ini tewas dan 35 orang mengalami luka-luka karena tembakan Armenia.

Pihak Azerbaijan belum mengungkapkan update korban militer.

Sementara akibat pecah konflik di Nagorny-Karabakh sendiri sebanyak 84 tentara dilaporkan tewas.

"Apa yang bisa saya katakan? Ini perang. Kami mendengar serangan udara beberapa kali dalam sehari dan (kami) bersembunyi di tempat perlindungan bom,'' kata Albert Voskanyan, seorang penduduk Stepanakert, kepada Reuters.

Para pejabat Armenia sebelumnya mengatakan bahwa seorang warga sipil tewas dalam serangan Azerbaijan di kota Vardenis di Armenia, lebih dari 20 km dari Nagorny-Karabakh.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved