Jumat, 17 April 2026

Luar Negeri

Azerbaijan dan Armenia Siap Perang Habis-habisan, Tolak Perundingan hingga PBB Prihatin

Keduanya juga menolak untuk mengadakan perundingan atas konflik yang berlangsung di daerah kantong etnis, Nagorny-Karabakh.

Editor: Faisal Zamzami
AP/Sipan Gyulumyan
Seorang prajurit Armenia menembakkan meriam ke arah posisi Azerbaijan di wilayah separatis Republik Nagorny-Karabakh yang memproklamirkan diri, Azerbaijan, Selasa, 29 September 2020. (AP/Sipan Gyulumyan) 

SERAMBINEWS.COM, NAGORNY-KARABAKH - Armenia dan Azerbaijan saling tuduh satu sama lain soal siapa lebih dulu yang menembak.

Keduanya juga menolak untuk mengadakan perundingan atas konflik yang berlangsung di daerah kantong etnis, Nagorny-Karabakh.

Sebaliknya, kedua belah pihak malah mengancam akan berperang habis-habisan.

Melansir Aljazeera, kedua negara pada Selasa kemarin (29/9/2020) melaporkan adanya penembakan dari sisi lain melintasi perbatasan keduanya di bagian barat wilayah Nagorny-Karabakh yang memisahkan diri di mana pertempuran sengit antara pasukan Azeri dan etnis Armenia pecah pada Minggu (27/9/2020).

Insiden tersebut menandakan eskalasi konflik lebih lanjut meskipun ada permintaan mendesak dari Rusia, Amerika Serikat, dan lainnya untuk menghentikan pertempuran.

Konflik tersebut telah menghidupkan kembali kekhawatiran tentang stabilitas di wilayah Kaukasus Selatan, dan mengancam keterlibatan Turki dan Rusia.

Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, berbicara kepada televisi pemerintah Rusia, dengan tegas mengesampingkan kemungkinan perundingan.

Juga Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan mengatakan kepada saluran yang sama bahwa tidak ada negosiasi saat pertempuran berlanjut.

Nagorny-Karabakh adalah wilayah yang memisahkan diri di dalam Azerbaijan yang dikendalikan oleh etnis Armenia dan didukung oleh Armenia.

Wilayah separatis itu memisahkan diri dari Azerbaijan dalam perang selama tahun 1990-an tetapi tidak diakui oleh negara mana pun sebagai republik merdeka.

Puluhan orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya cedera sejak bentrokan antara Azerbaijan dan pasukan etnis Armenia meletus Minggu kemarin.

Gadis Miskin Tewas Diperkosa 4 Pria Kasta Atas, Ditemukan Bersimbah Darah, Sang Ibu Histeris

Petugas Damkar BPBD Aceh Besar Disengat Tawon Tanah Saat Evakuasi Sarang, Begini Kejadiannya

PBB Prihatin

Setelah diskusi tertutup pada Selasa (29/9/2020), 15 anggota Dewan Keamanan PBB "menyatakan keprihatinan" tentang bentrokan itu, mengutuk penggunaan kekuatan dan mendukung seruan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk segera menghentikan pertempuran.

Lebih lanjut, memicu ketegangan antara dua bekas negara republik Soviet, Armenia mengatakan sebuah jet tempur F-16 Turki telah menembak jatuh salah satu pesawat tempurnya di atas wilayah udara Armenia, menewaskan pilot.

Belum ada bukti dari insiden tersebut dan Turki membantahnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved