Sabtu, 11 April 2026

HUT TNI

HUT ke-75 TNI - Presiden Jokowi: Prajurit TNI Harus Profesional dan Terdidik

Menurut Presiden Jokowi, dalam sejarah panjang TNI berkontribusi untuk bangsa dan negara bukan hanya melalui operasi militer perang (OMP) tetapi juga

Editor: Faisal Zamzami
ANTARA FOTO/HO/KEMENLU
Presiden Joko Widodo bersiap menyampaikan pidato untuk ditayangkan dalam Sidang Majelis Umum ke-75 PBB secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/9/2020). Dalam pidatonya Presiden Joko Widodo mengajak pemimpin dunia untuk bersatu dan bekerja sama dalam menghadapi pandemi Covid-19.(ANTARA FOTO/HO/KEMENLU) 

SERAMBINEWS.COM - Siapa tak kenal prajurit TNI. Semua orang pasti kenal dan dekat dengan TNI.

Bahkan TNI di mata dunia juga sangat terkenal dan disegani.

Ini karena jiwa korsa yang tertanam di dalam diri setiap prajurit TNI sangat kuat.

Tentu disamping itu, prajurit TNI juga dekat dengan rakyat lantaran TNI berasal dari rakyat dan untuk rakyat.

Tepat 5 Oktober 2020, TNI merayakan HUT ke-75.

Ini menandakan perjalanan panjang TNI sampai saat ini masih terus kokoh.

 "TNI adalah penjaga utama kedaulatan negara dan keutuhan wilayah NKRI yang berdasarkan pancasila dan UUD 1945," ungkap Presiden RI Joko Widodo pada peringatan HUT ke-75 TNI yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Puspen TNI, Senin (5/10/2020).

Menurut Presiden Jokowi, dalam sejarah panjang TNI berkontribusi untuk bangsa dan negara bukan hanya melalui operasi militer perang (OMP) tetapi juga melalui operasi militer selain perang (OMSP).

Hal ini bisa dilihat dengan sigap TNI membantu rakyat dalam menghadapi bencana alam termasuk menghadapi pandemi Covid-19.

"Sebagai panglima tertinggi TNI, saya menaruh harapan besar dan selalu mendukung transformasi penguatan TNI, para prajurit dan purnawirawan," terang Presiden.

Transformasi Organisasi Terus Dilakukan

Dikatakan, kini dunia berubah secara cepat dan bergerak sangat dinamis.

Untuk itu transformasi organisasi TNI harus terus dilakukan.

Tentu sesuai dengan dinamika lingkungan strategis, sesuai dinamika ancaman dan juga sesuai dengan perkembangan teknologi militer.

Tak hanya itu saja, Presiden Jokowi juga meminta pada seluruh prajurit agar adaptif dalam perkembangan pasca peran dingin terutama terhadap ancaman non konvensional dan ancaman transnasional.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved