Berita Papua

KKB Tembaki Pos TNI di Pasar Baru Kenyam, Satu Warga Sipil Terluka, Ini Rentetan Kekerasan di Papua

Beberapa warga setempat dilaporkan telah memperingatkan Wetipo agar tidak berkeliaran di dekat pos keamanan TNI karena penembakan sporadis di lokasi

Editor: Zaenal
ANTARA News Papua / HO-Penerangan Kogabwilhan III
Seorang warga sipil berusia 34 tahun ditembak dalam perjalanan untuk bekerja di dekat sebuah pos militer Indonesia di lingkungan Pasar Baru Kenyam, distrik Nduga, provinsi Papua pada Selasa pagi. Ini merupakan peristiwa terbaru dalam serentetan serangan bersenjata di Papua selama satu bulan terakhir. 

Pada hari yang sama, separatis bersenjata juga dilaporkan menembak mati Pendeta Yeremia Zanambani di Desa Hitadipa, Kecamatan Hitadipa.

Imam itu meninggal karena luka tembak setelah dia ditembak oleh penjahat bersenjata pada 19 September 2020, juru bicara Komando Pertahanan Daerah Gabungan (Kogabwilhan) III, Kolonel IGN Suriastawa, mencatat dalam sebuah pernyataan.

Sentil Indonesia Soal HAM di Papua, Ternyata Vanuatu Masuk 4 Negara yang Berpotensi Lenyap dari Bumi

Pada 17 September 2020, seorang tentara lainnya, Sersan Kepala Sahlan, dilaporkan tewas dalam penyergapan yang dilakukan oleh sekelompok separatis bersenjata.

Ia sedang dalam perjalanan kembali ke Kodam Persiapan Hipadipa dengan bekal makanan dari daerah Sugapa saat diserang.

Para penyerang menyita senjata dan magasinnya, menurut Komandan Komando Resor Militer 173 / Praja Vira Braja yang berbasis di Biak, Brigjen Iwan Setiawan.

Sahlan, anggota Kodam 1404 Pindrang Provinsi Sulawesi Selatan, ditugaskan untuk membackup Aparat Pengawas Desa (Babinsa) Korem Persiapan Hipadipa.

Konflik di Papua, Ini Besarnya Kekuatan KKB di Intan Jaya, Jumlah Senjatanya Tidak Main-main

Dalam insiden terpisah pada 17 September 2020, pemberontak bersenjata Papua dilaporkan menyiksa dan membunuh seorang pengemudi ojek berusia 49 tahun, yang diidentifikasi sebagai Badawi.

Sementara itu, pada 13 September 2020, separatis bersenjata melepaskan tembakan ke arah dua pengemudi Ojek di kawasan Sugapa, namun mereka berhasil selamat dari penyerangan tersebut.

Kedua pengemudi itu dirawat di rumah sakit di Timika, ibu kota Kabupaten Mimika, kata Setiawan.

Pada 2 Desember 2018, sekelompok pemberontak bersenjata Papua secara brutal membunuh 31 pekerja dari PT Istaka Karya, yang terlibat dalam pembangunan dan pembangunan proyek Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak di Kecamatan Yigi, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

Pemberontak bersenjata yang melancarkan pembunuhan brutal tersebut, juga membunuh seorang tentara bernama Handoko dan melukai dua personel keamanan, Sugeng dan Wahyu.(Antara)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved